Ebook Linguistik dan Latihan Acept dan Paps

lakoffBagi teman-teman yang sedang mengerjakan skripsi, tesis, ataupun disertasi khususnya jurusan linguistik bisa menghubungi saya. Saya memiliki ratusan Ebook khusus linguistik. Bagi teman-teman yang akan tes acept atau paps ugm juga bisa menghubungi saya di email awankucerah@gmail.com atau fast response di nomer 089688295825. Apakah ini gratis? Kalau gratis saya tidak bisa kirim melalui email hehe.. Selamat berjuang meraih cita-cita.

Iklan

Selamat Datang di Kampus Impian Baru; UGM!

HASIL

Nomor Pendaftaran : 12811517
Nama : Aan Setyawan
Nilai AcEPTKonversiNilai PAPs :: 493556
Fakultas : ILMU BUDAYA
Program Studi : ILMU LINGUISTIK
Jalur : S2 Pelamar Beasiswa Unggulan Dikti
Pengumuman : Selamat, Saudara lolos secara akademik.Penetapan penerima Beasiswa Unggulan (BU) dan BPPS menunggu keputusan DIKTI.Jadwal Registrasi Saudara tanggal 07-08-2012 di Gedung Direktorat Administrasi Akademik, Jl. Pancasila, Bulaksumur, Yogyakarta 55281.

Nomor Pendaftaran:12811517Nama:Aan Setyawan Nilai AcEPT Konversi:493Nilai PAPs:556

Demi Kuliah di Universitas Idaman; Aku Memboncengkan Akhwat Bukan Makhrom!

Pertanyaan pertama saya adalah apa yang teman-teman pikirkan setelah membaca judul di atas? Bolehlah apa saja, mari kita simak salah satu ceritaku (pengalaman asli). Mudah-mudahan bisa diambil ibrohnya. Silahkan dibaca sampai tuntas. Jangan lupa siapkan tisu barangkali mau nangis. Barangkali mau istighfar sebanyak-banyaknya. Jika puasa batal saya tidak ikut bertanggung jawab.

Hmmm… Ambil nafas..keluarkan phuuuuss…

karena ini cerita maka saya pakai bahasa cerita hehe..siap? ready?

1

2

3

Waktu itu di bulan Mei aku mendaftar studi kuliahku S2 Di UGM. Nah temen-temen tau lah banyak syarat dan berkas yang harus dipersiapkan ketika mendaftar kayak ginian. Dari fotokopi ijazah, transkip nilai, surat rekomendasi, rencana studi, dan surat keterangan kesehatan serta lain-lain tetek bengeknya yg cukup menguras banyak energi, waktu, dan kesabaran. Nah aku mau cerita saat mengurus surat keterangan kesehatan di Puskesmas. Kejadian yang menghancurkan harga diriku huhu..Dari sinilah kejadian unik ini akhirnya aku beranikan untuk dibagi kepada teman-teman. Mau tau ceritanya? Yuk ganti paragraf dulu J

Rabu itu pagi masih terselimuti embun. Mentari masih malu keluar dari dalam langit. Awan terlihat tak secerah seperti wajahku yang tak terbungkus senyum. Hanya sesekali dengkuran burung dara meramaikan pagi. Initine kejaidan ini terjdadi pagi-pagi hehe…lanjut!

Jam sembilan pagi aku berangkat ke Puskesmas di Tembalang, Semarang. Saat sampai di Puskesmas ternyata sudah banyak bapak-ibu, kakek-nenek, dan anak-anak yang sedang mengantri. Ramai. Panas. Sumpeg. Aku pun menemui petugas kesehatan yang berjaga disitu. Ternyata kata ibu pegawai tersebut tes kesehatanya baru bisa jam sepuluh siang nanti. Alasanya karena petugas yang mengurus tes kesehatan datangnya baru jam sepuluh (dasar PNS hehe..)

Sebenarnya aku paling males datang ke tempat yang berbau obat. Rasanya badan jadi lemas semua. Apalagi kalau melihat darah dan suntik. Wew. Gak kuat. Makanya Ahamdulillah aku gak pernah masuk ke rumah sakit karena sakit selama ini. Tapi ya sudah dinikmati saja menunggu sambil menghirup bau obat di Puskesmas huhu..

Nah pas aku sedang duduk menunggu ada seorang akhwat (wanita) yang duduk di sebelahku. Dia menyapa duluan. Ya mungkin karena kepribadianya ekstrovet yang sangat terbuka dalam bergaul, sedangkan kepribadianku introvet. Jadi sifat dasarku sebenarnya seorang pemalu apalagi di tempat yang asing tak dikenal.

Wanita                 :     masnya kerja atau kuliah?

Aku                       :     kerja,

Wanita                 :     kerja dimana?

Aku                       :     ngajar

Wanita                 :     ohh,, rumahnya dimana?

Aku                       :     di Meteseh perumahan Dinar Mas,

Wanita                 :     oh sama berarti, saya juga di meteseh

Begitulah kurang lebih awal percakapanku dengan si akhwat tersebut. Selanjutnya kita bercerita banyak, termasuk maksud dan tujuan kenapa sekarang di Puskesmas. Intinya akhwat tersebut minta dianterin ke rumahnya di Meteseh. Alasanya karena gak tau cara pulangnya gimana dan gak mungkin jalan kaki. Aku sebenarnya bingung tujuh keliling. Pertama bingung masalah memboncengkan wanita tersebut. Karena aku belum pernah memboncengkan wanita yg bukan makhrom dari lahir, dari dulu. Suer!!! Apalagi setelah kuliah aku rajin mentoring (ngaji) jadi lebih paham dan Takut dosa hehe..

Dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi s.a.w., beliau bersabda, “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani dan Baihaqi)

Jadi ini adalah yang pertama kalinya mboncengin yang bukan makhrom huhu… Dasar akhwat menggoda keimananku :p Dan Sebenarnya aku punya mimpi wanita yg sebelumnya bukan makhrom yang pertama kali aku boncengkan adalah istriku kelak!

Alasan kedua adalah, aku sudah menunggu hampir jam sepuluh, nah kalau aku pergi dan mengantarkan akhwat tersebut maka nomer antrianku akan jadi lama. Karena iba dan kasihan akhirnya aku boncengkan akhwat tersebut, serrrrr :p

Nah, karena aku sangat jarang memboncengkan wanita (kecuali keluargaku) maka aku sangat hati-hati. Pelan-pelan sekali. Yang biasanya kecepatan 60 berkurang jadi separohnya. Ya demi keselamatan. Hatikupun penuh deg-degan karena yang aku boncengin adalah seorang akhwat yang bukan makhrom. Uhuk-uhuk hehe…

Sampailah pada depan rumahnya, setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menitan. Akhwat tersebut pun turun dari motorku dan mengucapkan banyak terima kasih padaku.

“Mak matur suwun ya, mudah-mudahan kerjanya sukses, cita-citanya terkabulkan, sekolahnya lancar, rezekinya lancar,  dimudahkan segala urusanya sama Allah. Hati-hati nak ya..”

“iiya mbah, mboten nopo-nopo, njih sampun kulo pamit rihin mbah, bade teng puskesmas malih”

(terjemahan: iya nek, tidak apa-apa, sma-sama, saya pamit dulu ya, mau ke puskesmas lagi)

Betul sekali. Wanita yang aku boncengin adalah seorang nenek hehe…yang sudah tua dengan rambutnya yang telah putih. Mungkin umurnya diatas 60 tahunan. Jadi Maaf ya bukan akhwat muda yang aku boncengin hehehe… jad siapa? Nenek-nenek yang aku boncengin ahaha!

Nah kemarin-kemarin gak sengaja Blogging nemu hadist tentang Kebolehan kita memboncengkan perempuan yang bukan mahram, yaitu apabila kita menjumpai di suatu tempat di jalan, sedang dia tidak sanggup berjalan lagi khususnya apabila kita bersama-sama dengan orang lain. Seperti nenek diatas yang sudah tua renta tak diurus oleh anak-anaknya. Akupun jadi merenung nenek sudah tua kok pergi ke puskesmas sendirian tak ditemani oleh anaknya? Dasar anak zaman sekarang, mudah-mudahan kita tidak demikian ya teman-teman. Aamiin.

Hadis riwayat Asma binti Abu Bakar ra., ia berkata:

Zubair mengawiniku sedangkan ia tidak memiliki harta atau hamba sahaya atau apapun kecuali kudanya. Akulah yang memberi makan kudanya, mencukupi bahan makanannya, mengurusnya, menumbukkan biji bagi hewan penyiramnya, memberinya makan, memberi minum, menjahitkan timbanya dan membuatkan adonan rotinya. Tetapi, aku tidak pandai membuat roti karena itu wanita Ansar tetanggakulah yang membuatkan roti untukku. Mereka adalah para wanita yang jujur. Ia berkata: Aku biasa memindahkan biji kurma dari tanah Zubair yang diberikan Rasulullah saw. dengan memanggulnya di atas kepalaku yang berjarak kira-kira duapertiga farsakh (1 farsakh = 3 mil). Ia berkata lagi: Suatu hari aku datang membawa biji kurma di atas kepalaku lalu bertemu dengan Rasulullah saw. beserta beberapa orang sahabat. Beliau memanggilku, kemudian mengucap: Ikh, ikh (ucapan untuk menderumkan untanya). Beliau bermaksud memboncengku di belakangnya. Asma berkata: Aku merasa malu dan aku tahu kecemburuanmu. Zubair berkata: Demi Allah! Engkau memanggul biji kurma di atas kepala adalah lebih berat daripada engkau menunggang bersama beliau. Ia berkata: Sampai Abu Bakar ra. mengirimkan seorang pembantu yang mengambil alih pengurusan kuda, seakan-akan ia telah membebaskanku. (Shahih Muslim No.4050)

Hadist ini menjeaskan boleh memboncengkan wanita bukan makhrom yang telah kepayahan.

Alhamdulillah Doanya nenek terkabulkan, Alhamdulillah saat pengumuman S2 UGM, aku diterima! Jadi kalau temen-temen mau diijabahi keinginanya segera boncengin nenek-nenek ya hehe.. terima kasih telah membaca tulisan ini sampai selesai, Insya Allah mudah-mudahan akhwat muda yang sebelumnya non makhrom yang pertama nanti aku boncengin adalah istriku kelak, hehehe..aamiin, siapa dia? Wallahua’lam ^_^

Tes Acept dan Paps UGM? Siapa Takut!

Bukti Perjuangan Saya hehe…

Mentari telah turun ke dalam jurang-jurang kehidupan. Sinarnya telah terbenam dari bukit-bukit tinggi kota lumpia. Bukit-bukit yang setia memagari kota Semarang. Kini panas telah menjadi hangat. Suhu di Villa Dinar Mas sedikit turun melemah. Di atas sana, Kicau burung berterbangan berhamburan menikmati langit yang telanjang tak berawan, cerah tak berkabut sedikitpun. Hanya beberapa burung pipit yang bertengger mesra di atas ranting-ranting kering; kemarau. Sore itu, Semarang menggeliat dalam ketenangan.

Tapi di dalam salah satu rumah itu, terdapat seseorang yang tengah gundah memikirkan masa depanya. Anganya melayang jauh tak terkejar. Membayangkan apa yang akan besok terjadi ketika senja telah terbangun dari tidurnya. Ketika mentari telah siap memanaskan kota perbukitan ini. Seorang lelaki berkaos merah menyala, menggunakan celana kainya yang telah memudar warnanya. Wajahnya sendu, ia adalah aku sendiri, hehehe,,,

Saya sedang tidak ingin membuat cerpen yang hiperbola dan sedikit personifikasi atau bercerita tentang keromantisan, seperti romantisnya malam yang bertaburan bintang. Ada jutaan bintang diatas sana tapi jiwaku terpana menatap satu bintang. Dan akupun menunjukmu. Ku tunjuk satu bintang. Ya kau, kaulah yang ku tunjuk! Hehe,,, Tidak. Saya sedang tidak ingin membuat cerpen yang hiperbola para pembaca yang budiman. Saya mau curhat! Ya curhat! Masih mau membacanya? Kalau masih mau mari kita ganti paragraph dulu. Kalu tidak mau sana facebookan lagi aja hahaナ

Begini ceritanya teman-teman. Al kisah waktu itu hari Kamis, tanggal 24 Mei 2012. Saya pusiiing tujuh keliling lantaran hari itu mau pergi ke Jojga tapi belum punya sangu untuk pulang pergi haha.. padahal tiket travell PP cuman Rp 70.000. Gila aje gwe gak punya uang! Senjata terakhir saya adalah menghubungi adik saya yang kebetulan juga kuliah di UNNES sana, yang jalanya bikin rusak motorku saja hehe.. Alhamdulillah dapet! Saya dipinjemi 150.000 ribu. Lumayanlah buat pulang-pergi plus akomodasi.

Nah langsung deh, pagi di hari Jumat saya check semua keperluan yang sekiranya dibutuhkan selama dua hari di Jogja. Dari kemeja warna putih dan merah, celana kain hitam, dan tak lupa peralatan mandi dan yang terpenting mushaf Al-Quran gak boleh ketinggalan. Serta semua peralatan tulis dan kartu ujian. Oh ya saya lupa belum memberi tahu, saya ke Jogja mau tes Acept (semacam Toefl) dan Paps (semacam TPA) sebagai syarat tes masuk Pascasarjana UGM. Jadi tentunya semua peralatan tes saya siapkan. Dari pensil 2B sebanyak dua buah, penghapus, pengasah pensil, dan kartu tes yang ada fotoku yang paling ganteng hehehe,,

Jumat, 25-05-2012. Jam 09.00 saya meluncur ke travel Iqro manajemen yang terletak di Sukun, Banyumanik. Alhamdulillah masih ada satu kursi kosong untuk beangkat jam 13.00 nanti setelah jumatan, Alhamdulillah! Saya juga masih bisa pesan tiket sekalian untuk tgl 26 Mei 2012. Alhamdulillah masih kosong juga. Oke lanjut.
Setelah Jumatan saya meluncur Ke Jogja. Inilah saatnya untuk istirahat, tidur di dalam mobil! Maklum ngantuk gak tertahan karena malam sebelumnya saya ngumpul dengan bapak-bapak di Poskampling dan biasa pada main kartu Remi sampai jam setengah dua kalau gak salah. Mobil pun berjalan dengan cepat. Semarang-Ungaran-Ambarawa-Temanggung-Magelang-Jogja! Yeah sampai juga di Jogja jam 16.30 Waktu Jogjakarta.

Saya dijemput teman SMA namanya Masruri Abdillah, Alhamdulillah dia masih betah kuliah di S1 pendidikan Teknik Elektro UNY hehe.. intinya sampai malam itu saya bercengkrama denganya dengan cerita masa-masa SMA yang penuh kenangan, penuh kelucuan, dan yang terpenting adalah masa dimana selama tiga tahun kita adalah laki-laki hebat tanpa didampingi wanita-wanita haha…(Jomblo mas bro!) ^_^

Malam hari itu saya belajar lagi tes PAPS, kalau kata orang sih itu seperti tes Potensi Akademik jadi saya belajarnya dari Buku TPA yang juga hasil dari meminjam diperpustakaan UNDIP, itupun saya minta adek kelas saya yang meminjam karena saya dah uzur jdai mahasiswa hehe,,belajarlah saya tentang sinonim, antonym, deret angka, dan yang bikin keringat keluar dari telapak tangan adalah matematika! Hantu paling mengerikan.

Antonym, beresss, sinonim beresss, deret angka mulai pusinngggg, bentuk bangunan tambah mual, dan matematika bikin kepala mau pecah. Oh no! Malam itu saya menghapal lagi rumus-rumus matematika dasar seperti Luas Segitiga, kubus, jajaran genjang. Masih inget gak luas jajar genjang? Lupa kan? Saya sekarang dah ingat loh para pembaca yang unyu-unyu hehe,, :p. Akhirnya saya tidur jam dua belas malam, Zzzz,Zzz, karena saya sudah biasa membolang saat masih kuliah dulu, maka tidur ditempat siapa saja tidak masalah, langsung tidur aja gan :

Alhamdulillah saya dikasih tidur yang berkualitas sama Allah, sebentar tapi kepala tidak pusing dan badan enak-enak saja. Alhamdulillah sesuatu banget ^_^. Pagi itu saya buka-buka lagi materi potensi akademik dari dua buku yang saya bawa dari Semarang.

Tek.tek.tek detik jam berdetak. Jam tujuh saya berangkat ke kampus UGM tepatnya ke Pusat Pelatihan Bahasa. Tetapi sebelumnya saya mencari toko swalayan untuk beli roti dan susu kotak buat sarapan dan makan nanti siang pas jeda. Alhamdulillah dapat setelah muter-muter gak nemu-nemu. Akhirnya nemu toko swalayan di POM BENSIN hehe,,,

Sampailah dikampus UGM yang megah itu, di Pusat Pelatihan Bahasa sudah cukup ramai. Saya masuk ke gedung yang masih asing soalnya saya belum mengecek tempat duduk saya disebelah mana, harusnya satu hari sebelumnya cek lokasi tapi saya abaikan. Ya sudahlah. Saya lihat papan pengumuman, saya cari nama saya, tidak terlalu sulit karena nama saya Aan biasanya absen satu. Betul sekali saya absen pertama yang tertulis di papan tersebut.

Nama Peserta : Aan Setyawan
No Kursi : 13
No Pendaftaran : 12811517 (S2)
Ruang : 214

Akhirnya saya masuk keruangan 214 yang terletak dilantai dua. Masuklah saya ke ruangan itu, upzzz ternyata sepatunya disuruh dilepas. Sama kayak diperaturan dikampus saya di FIB UNDIP, ruang listening sepatu dilepas. Ternyata disini juga sama. Di dalam sudah ada beberapa orang yang sudah duduk manis. Sayapun duduk manis di kursi no 13 dan segera bersiap-siap tak lupa sambil makan bekal tadi.
Inilah yang menegangkan, tes segera dimulai. Alhamdulillah lagi dapat pengawas yang lucu, setidaknya dapat menenangkan pikiran dan tidak tegang.
1
2
3
Segera setelah dijelaskan oleh instruktur dari suara speaker, saya mengerjakan satu-persatu soal. Lembar pertama dan kedua adalah permainan bahasa sinonim dan antonym, nah disini banyak istilah yang sebenarnya mudah kalau kita sering baca buku-buku ilmiah atau kita mengikuti berita-berita. Kalau yang dulu jadi aktivis mahasiswa sering diskusi dengan menggunakan bahasa tinggi, insya Allah mudah untuk mengerjakan soal ini. di sini dibutuhkan kecepatan menjawab. Karena ada 40 soal tetapi dikerjakan hanya dalam waktu 20 menit! Alhamdulillah saya bisa kerjakan semua dengan beberapa kata yang hanya mengira-ngira hehe..

Lembar berikutnya kita akan mendapatkan permainan logika bahasa, misalnya gini Semua murid memakai sepatu hitam, Andi adalah murid. Maka kesimpulanya adalah Andi memakai sepatu hitam. Disini harus teliti karena hampir semua jawaban benar jika logika kita gak jalan. Kalau yang anak Linguistik harusnya bisa mengerjakan soal ini dengan mudah karena diajarkan dalam mata kuliah Semantik. Alhamdulillah soal-soal ini juga terjawab semua walaupun gak tau bener apa gak ehehe.. tapi saya yakin minimal 75 persen benar.

Di lembar berikutnya ada Matematika, Oh My God! Disinilah saya mulai panik dan keringat bercucuran. Tetapi Alhamdulillah ternyata soalnya lebih mudah dari buku TPA yang saya gunakan sebagai latihan. Sebenarnya soalnya sangat sederhana, permainan logika juga sebenranya disini, tetapi dengan syarat harus hapal rumus dasarnya. Misalnya rumus luas segitiga, rumus x>1 dan y<1 nah yang kayak gitu deh, intinya logika kita harus jalan! Alhamdulillah saya selesaikan semua juga. Ada satu soal yang saya udah ketemu jawabanya tapi bel untuk sesi ini selesai karena saya panik asal mbunderin aja pakai pensil eh ternyata salah bunderin, nyesel deh.

Lembar berikutnya belajar deretan angka dan bentuk bangunan. Kalau yang kayak gini Insya Allah mudah aja. Tinggal pinter-pinternya kita bermain visualisasi dan logika kita harus diencerkan. Alhamdulillah pada sesi ini juga terselesaikan dengan baik. Tes pun selesai saya bersyukur bisa mengerjakan maksimal.

Waktunya istirahat, saya ambil roti dan susu di tasku sambil belajar sedikit tentang TOEFL, walaupun saya lulusan sastra inggris tapi tetep aja semua kata yang ada dalam kamus Oxford saya gak hapal hehe,,jadi tetep belajar walaupun sedikit. Bersyukur tadi saya beli bekal buat makan jadi bisa belajar karena peserta yang lain pada keluar meninggalkan ruangan dan segera mencari makanan. Padahal hari sabtu banyak yang tutup. Jadi besok kalau kalian mau tes pastikan siapkan bekal makanan karena mengerjakan tes Paps cukup menghabiskan banyak energy.

Tes Acept dimulai. Ternyata oh ternyata tes Acept hampir mirip dengan tes TOEFL, tapi sedikit lebih sulit. Disini bukan sekedar kemampuan Listening, Reading, dan Grammar tetapi tes ini terdiri dari:
Listening========>>20 soal
Vocabulary —————> (30 soal)
Grammar and Structure —-> (40 soal)
Reading ——————> (40 soal)
Composing Skills ———> (40 soal)

Jadi total ada 170 soal. Listening mirip tapi beda. Disini ada yang hanya satu speaker aja. Jadi jangan nunggu speaker yang lain bicara. Listeningnya sebenarnya kalau saya perhatikan mudah kata-katanya. Tapi yang jadi masalah adalah rekaman yang dibikin dari UGM menurut saya kurang jernih jadi suaranya jadi gak kedengaran gitu lah. Ya paling tidak minimal saya targetkan ada 10 yang benar.

Pada tes Vocab, tidak ada rumus lain selain kita harus sering-sering membaca teks dalam bahasa inggris. Disini kita disuruh mengisi teks yang kosong diisi dengan kata apa, atau pertanyaanya adalah sinonim dari kata tersebut apa. Jadi kita memang harus rajin membaca teks berbahasa Inggris. Dalam soal-soal ini saya menargetkan 15 yang benar.

Tes Grammar bisa dibilang sama dengan yang di TOEFL yaitu error identifikasi, cari yang salah aja. Kalau rajin mengerjakan soal bisa deh saya jamin. Lagi-lagi saya hanya menargetkan 20 harus benar, ya walaupun sepertinya lebih dari angka 20 yang benar.

Nah ini nih yang bikin saya panik. Reading! Walaupun saya sudah terbiasa dengan teks bahasa Inggris tetapi disini dibutuhkan kecepatan membaca yang super cepat. Paragrafnya panjaaaang buanget, sumpah! Padahal dari 40 soal hanya dikerjakan dalam waktu 40 menit. Jadi satu soal satu menit. Untuk membaca teksnya aja minimal sekali ada satu menitan. Jadi di soal-soal ini saat instruktur bilang waktu tinggal 10 menit. Alamak! Saya lihat masih ada 20 soal yang harus saya kerjakan. 20 soal dalam 10 menit! Akhirnya saya tidak membaca teksnya mendalam tapi skimming baca sekilas aja dan isinya apa. Langsung selesaikan soalnya. Alhamdulillah selesai juga 20 soal sisa itu tanpa banyak mengira-ngira. Good job! Jadi kalau mengerjakan reading harus pinter baca teksnya, jangan menikmati isi bacaanya seperti yang saya lakukan. Ya secara karena saya suka membaca jadi lupa kalau saya sedang dikejar waktu.

Nah soal terakhir nih namanya Composing Skill, paling gampang dari yang lain. Disini dibutuhkan kecermatan untuk menentukan sebuah kalimat. Mungkin ini di TOEFL gak ada sama sekali tetapi disini banyak, sampai 40 soal. Contoh soalnya adalah manakah kalimat yang benar?
Susilo who is my father
Susilo whom I meet
Susilo whose the novel I Read
Susilo is my father

Nah jawaban yang benar adalah yang terakhir yaitu Susilo is my father. Karena teks yang lain bukanlah sebuah kalimat tetapi klausa. Ya kurang lebih kebanyakan seperti itu, permainan klausa dan tanda koma. Kalau yang dapat mata kuliah Academic writing saat kuliah Insya Allah bisa mengerjakan, minimal 30 soal benar lah. Saya berasumsi ada 30 soal yang benar. Saya masih inget nih ada satu soal terkhir dalam composing skill ini yang tau jawabanya tetapi waktunya habis dan saya tidak punya kesempatan untuk mengganti. Oh ya dalam tes ini kita harus disiplin saat mengerjakan tes karena selain ada pengawas yang mengawasi ada juga rekaman kamera CCTV.
Selesai sudah deh tesnya dengan lega. Alhamdulillah semua soal saya jawab dengan beberapa yang menembak hehe,,

Nah bagi pembaca yang akan ikut tes ini, tadi adalah bocoran soal tipe-tipe tes PAPS dan ACEPT. Pesan saya adalah:

" Sebelum tes tidur yang nyenyak, jangan sampai pusing karena soal yang dikerjakan banyak sekali dan kita harus fit,
" Saat mau tes siapkan bekal makanan dan minuman yang sehat dan menyegarkan
" Biasakan latihan soal-soal jauh-jauh hari
" Jangan lupa minta doa restu sama bapak dan ibu dirumah
" Berdoa kepada Allah mudah-mudahan diberikan kemudahan dalam mengerjakan tes

Sekarang saya tinggal nunggu pengumuman apakah tes Acept dan Paps gagal atau berhasil. Yang terpenting saya sudah ikhtiar terbaik. Sudah mencurahkan segala semangat saya. Mudah-mudahan ada kabar baik di akhir Juni nanti. Mohon doa dari pembaca sekalian mudah-mudahan berhasil. Aamiin.