Gombal itu Indah

Ehheemm, siapa yang gak tau kata gombal angkat kaki? eh, maksudnya angkat tangan hehe… Heemm.. ternyata kalau dipikir-pikir gombal ini kata seseorang yang udah nikah sebagai penyedap rasa loh. Yah kalau ibarat makanan tanpa garam itu gak ada rasanya. Senyep. Jadi sering-seringlah bergombal ria hehe..Cuman ada tapinya. Nah tentunya gombal ini hanya boleh buat mereka yang udah syah, alias udah halal memiliki. Udah nikah. Dan tujuan menggombal untuk menyenangkan pasanganya. Nah buat yang belum nikah, STOP! Adegan berbahaya haha… nah apakah gombal termasuk berbohong? Aduh gak ngerti deh itu tapi ah kalaupun bohong itu dibolehkan. Aku jadi teringat hadist nabi yang menjelaskan ada beberapa perkara dalam islam yang di bolehkan untuk berbohong, pertama, berbohong untuk melindungi orang yang akan dibunuh, masih ingat gak kisah Rosul yang tahu ada orang dikejar-kejar mau dibunuh kemudian Rosul membalikan badanya, pas ditanya orang yang mau membunuh itu, rosul menjawabnya “selama saya menghadap di sini gak ada orang yang melewati saya” kalau kata guru ngaji saya siy itu tetep aja bohong, katanya karna tidak menjawab maksud dasar, nah yang kedua adalah berbohong untuk menunjukan tempat maksiat, jadi kalau ada yang tanya tempat buat maksiat di semarang dimana? Bohongin aja tuh hehe.. dan yang terakhir nih yang terpenting buat kita ketahui adalah berbohong untuk menyenangkan istrinya. Mari kita simak perbincangan pasangan pengantin muda ini ^_^

A: Abi gimana masakan umi, enak gak?

B: Wah subhanallah enak banget umi, enaknya gak nahan, mantep pokoknya dah

A: Iya dong, kan bikinya pakai cinta ^_^

B: Pantesan penginya nambah terus…

Padahal suaminya dalam hati bilang;

“ hadeeh umiku, ini makan sayur sop apa makan garam batangan, asinya naudzubilah”

Haha..makan garam batangan, kayak apa ya rasanya, hadeeh..ya tapi jangan terus-terusan bilangnya kayak gitu, ntar darah tinggi, soalnya tiap hari kayak makan garam batangan hehe.. sesekali bilang “masakanya enak banget mi, tapi garamnya dikurangi ya, kalau manisnya siy gak usah ditambah gula, soalnya makan bareng sama umi udah bikin manis hihi” Setelah membaca tulisan ini jangan salahkan penulis jika jadi mupeng ingin nikah, ah kabur ah,,selamat beraktivitas, Assalamualaikum ^_^

sumber gambar: http://orangeumar.blogspot.com/2011/11/gombal1.html

Surat Cinta Untuk Kekasihku, Calon Makmumku

Teruntuk calon istriku, aku tahu jika namamu tertulis di lauhul Mahfudz untuk menemani diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita. Walaupun Mungkin saat ini, bahkan, kita belum bertemu sama sekali. Aku tahu kau tak mungkin mencari diriku. Karena sesungguhnya tugasmu memang bukan mencari diriku. Tetapi tugasmu ialah mensholehahkan dirimu ya kasihku. Mensholehahkan ibadahmu ya kasihku. Aku tau mungkin saat ini banyak laki-laki sholeh mendekatimu. Mendekati hatimu untuk mendapatkan akad itu. Namun sungguh aku yakin kau akan tetap menungguku, karena memang telah Allah kirimkan kau untuk diriku. Tentu kau tahu kisah Fatimah yang dilamar sahabat-sahabat Rosul yang terbaik itu tetapi Fatimah memilih kasihnya yang telah Allah tetapkan; Ali Bin Abi Tholib. Maka akupun yakin engkaupun sama.

Wahai seseorang yang akan menerima kelah kesuhku, makmumku, dan ibu dari anak-anaku, engkau yang akan menemani setiap langkah kehidupanku, saat ini mungkin perasaan kita sama. Perasaan kita sama diliputi kegundahan untuk segera bersama. Maafkan aku wahai bidadari dunia dan surgaku, saat ini aku masih memperbaiki diriku, aku belum berani menjemputmu ya kasihku, aku masih memantapkan diriku untuk menjadi imam bagi tulang rusukmu. Menjadi Ayah bagi anak-anakmu. Menjadi segalanya untuk keluarga kita kelak. Aku percaya saat ini kau sedang mensholehahkan dirimu. Memperbanyak hafalan Al-Quranmu, menghamparkan sajadahmu, melekatkan keningmu kepada-Nya. Teruslah mendoakanku ya kasihku agar aku segera memantapkan hatiku untuk menjemputmu. Agar Allah mempermudah jalanku untuk melamarmu dan menikahimu.

Kasihku, Calon istriku yang telah Allah pilih sebagai pendamping hidupku, Jika kau telah menjadi istriku kelak, izinkan aku mencintaimu dengan segenap cinta yang ada dalam hati ini. Mencintaimu agar engkau dan aku serta anak-anak kita semakin cinta kepada-Nya. Duhai pengobat rinduku, mungkin saat kau membaca tulisan ini (kelak, mungkin saat ini kau tak membancanya karena sedang sibuk dengan ibadahmu) engkau akan merasa terharu. Engkau merasa tersentuh. Maka izinkan aku membuat haru jiwamu dengan tingkahku. Tak ada kekotoran dalam kesucian, tak ada kebohongan dalam kejujuran, dan tak ada pengkhianatan dalam kesetiaan.

Ya kasihku, tulang rusukku, bidadari yang telah Allah tetapkan untukku. Aku hanya berdoa semoga saat ini kau baik-baik saja. Saat ini kau sedang sibuk dengan ibadah-ibadahmu. Saat ini kau sedang menyayangi saudara-sadaramu. Aku berdoa semoga engkau senantiasa dalam keadaan baik. Dalam keadaan sehat.  Dan dalam keadaan tersenyum ya kasihku.

Ya kasihku cukup sekian goresan penaku, aku berdoa semoga suatu saat kau menemaniku saat aku goreskan tinta-tintaku lagi. Menggoreskan cerita kepada mereka. Menggoreskan cerita tentang keluarga kita yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Menggoreskan cerita agar mereka juga ikut tersenyum bahagia. Ya kasihku, sungguh, aku mencintaimu karena Allah.

Aamiin Ya Rabb.

Jumat, 10 Februari 2012

Calon Imammu

di sudut penantian