Karakter Manusia Berdasarkan Golongan Darah; Cek Karaktermu!

Habis membaca tulisan sebelah tentang karakter manusia berdasarkan golongan darah. Sepertinya ada benarnya juga. karena ternyata di negara Jepang sana, lebih percaya menggunakan golongan darah dibbanding dengan Zodiak ataupun Zhio. Katanya, golongan darah itu ditentukan oleh protein-protein tertentu yang membangun semua sel di tubuh kita dan juga menentukan psikologi dalam diri kita.Apa golongan darah kamu? saya A.

KARAKTER MANUSIA BERDASARKAN GOLONGAN DARAH

Golongan Darah A :
Sikapmu lembut, tapi dalam mengambil keputusan nampak tegas. Suka mengalah dan ringan tangan. Suka membantu siapa saja yang sedang dilanda kesusahan. Sekalipun orang yang ditolongnya baru pertama kali dijumpainya, alias belum dikenal.Bahkan terkadang sifat sosialnya itu agak diluar batas kewajaran sebagai manusia. Habis udah tau punya uang pas-pasan misalnya, eh malah diberikan ke orang lain. Tapi ya itu, dia hanya akan memberikan pertolongan
berdasarkan perasaan hati nurani alias nggak perlu diminta. Justru pada orang yang terang-terangan meminta padanya, dia amat nggak suka.Orang punya golongan darah A termasuk yang enggak mudah emosi. Meskipun perasaannya sebenarnya tersinggung, tapi nggak diperlihatkannya. Kecuali jika dianggapnya sudah keterlaluan banget, emosinya bisa nggak terkendali.Tapi namanya juga manusia, tetap punya kelemahan. Jika sudah merasa cape dalam mengerjakan sesuatu suka ngedumel/cuap2. he..he..he.. Bicaranya ceplas-ceplos, tanpa peduli pada perasaan orang lain. Pada orang yang jelas-jelas nggak disukainya terlalu diperlihatkan. Boro-boro mau ngobrol, dekat-dekat aja nggak mau.Pada umumnya orang yang memiliki golongan darah A sedikit pemalu. Itu sebabnya untuk bisa masuk lingkungan pergaulan butuh waktu beradaptasi cukup lama.

Golongan Darah B :
Otaknya cerdas, sifatnya periang dan rasa humornya tinggi. Demen banget ngobrol, bahkan kalau sudah ketemu orang yang dianggapnya cocok, betah ngobrol sampai berjam-jam lamanya.Orang yang memiliki golongan darah B termasuk orang yang mudah bergaul. Sahabatnya ada di mana-mana. Sikapnya selalu optimis dan jika sudah mengambil keputusan, sulit sekali diubah. Pendiriannya yang keras itulah yang menjadikannya sering meraih sukses. Apa yang dicita-citakannya selalu tercapai.Kelemahan dari orang yang memiliki golongan darah B adalah kurang hati-hati. Suka pamer dan suka dipuji. Bicaranya terkadang seperti nggak pakai kontrol. Nggak jarang sering membuat lawan bicaranya tersinggung.

Golongan Darah AB :
Orang yang di dalam tubuhnya mengalir golongan darah AB punya watak yang lain dari yang lain. Kalau boleh disebut, perangainya sangat istimewa yang merupakan gabungan watak atau sifat golongan darah A dan B.Begitu istimewanya, sampai-sampai isi hatinya sulit sekali ditebak, apalagi jalan pikirannya. Kalau dari kulitnya, penampilannya sehari-hari misalnya, lebih condong ke orang yang memiliki golongan darah B, seperti mudah bergaul, selalu optimis dan pendiriannya keras serta suka dipuji. Tapi sebenarnya hatinya sih cenderung ke golongan darah A. Suka mengalah dan murah hati.Bahkan teman-teman dekatnya pun sering menyebutnya sebagai manusia aneh. Habis wataknya bisa berubah 180 derajat hanya dalam waktu sekian menit. Misalnya sedang marah, tiba-tiba dia bisa tertawa terbahak-bahak. Begitu juga jika sedang santai misalnya, bisa saja tiba-tiba dia jadi sedih.Hanya saja orang yang punya golongan darah AB suka kurang percaya diri. Bawaanya selalu curiga!

Golongan Darah O:
Rasa percaya dirinya oke. Pendiriannya kuat dan nggak mudah goyah. Apa yang sudah menjadi keputusannya, nggak bisa diubah dengan bujuk rayu. Tapi nggak menutup kemungkinan keputusannya itu bisa diubahnya, hanya dengan teori serta didukung alasan kuat dan masuk akal.Tapi jangan khawtir atau ragu dengan keputusan yang diambilnya. Soalnya, setiap keputusan yang diambilnya, itu merupakan hasil pemikirannya yang matang. Mengingat orang yang memiliki golongan darah O ini bijaksana.Sikap bijaksananya itulah yang membawanya nggak mudah terpengaruh pada lingkungan pergaulan yang buruk. Orang yang memiliki golongan darah O lebih suka nggak punya teman, ketimbang harus masuk lingkungan pergaulan yang buruk.Seperti pepatah mengatakan, tak ada gading yang tak retak. Begitu juga dengan orang yang memiliki golongan darah O ini! Kelemahannya, keras kepala dan terkadang pandangannya agak konvensional. Nggak suka mengalah. Dalam perdebatan misalnya, meskipun sudah tahu kalau pendapatnya itu salah, tapi tetap nggak sudi mengakuinya.

sumber: http://www.indhry.com

Iklan

Bagaimana Mengembangkan Karakter Dalam Novel dan Cerpen?

Dalam karya fiksi yaitu cerpen dan novel pasti memiliki unsur instrinsik yang disebut dengan penokohan atau karakteristik dari tokoh. Karakterisasi merupakan salah satu unsur dalam membangun sebuah karya fiksi, baik itu cerpen atau novel. Pembuatan karakter tokoh yang baik akan menjadi salah satu penentu kualitas dari karya fiksi tersebut.

Bagaimana membangun karakter tokoh cerita yang baik? Berikut adalah beberapa di tips dan trik, antaranya:

1. Melalui ucapan-ucapan si tokoh
Ucapan si tokoh dalam menggambarkan karakternya. Orang yang sopan tentu berbeda cara ngomongnya dengan orang yang bengal. Orang pemarah tentu beda cara ngomongnya dengan orang yang penyabar. Demikian seterusnya.

2. Melalui pemberian nama
Dalam kehidupan nyata, nama seseorang memang tidak identik dengan sifat dan perilaku orang tersebut. Tapi dalam dunia fiksi, kita bisa memberikan nama-nama tertentu untuk memberikan kesan karakter yang berbeda-beda. Misalnya, nama Dewi cenderung berkesan anggun dan keibuan. Sedangkan nama Susan cenderung berkesan centil dan genit.Pemberian nama juga hendaknya disesuaikan dengan setting cerita dan karakter etnis dari tokoh tersebut. Misalnya, aneh rasanya jika anda menceritakan seorang tokoh yang beragama kristen, tapi dia bernama Abdullah. Atau anda menceritakan tentang seorang tokoh yang ber-etnis sunda, dan sejak lahir hingga dewasa tinggal di Sukabumi, tapi dia bernama Michael. Kalaupun anda harus memberikan nama yang seperti itu, hendaknya anda memberikan penjelasan yang memadai mengenai hal itu (mengapa orang sunda yang sejak lahir tinggal di Sukabumi bisa punya nama Michael, dan sebagainya)

3. Melalui diskripsi yang disampaikan oleh si penulis
Ini adalah cara yang cukup umum dan gampang. Contohnya: “Wina adalah gadis yang amat penyabar, ia selalu memulai ucapannya dengan senyuman.”

4. Melalui pendapat tokoh-tokoh lainnya di dalam karya tersebut
Contoh:
Nia berkata, “Joko itu pelit banget deh. Masa udah ketahuan di dompetnya banyak duit, dia masih bela-belian ngaku lagi bokek!”

5. Melalui sikap atau reaksi si tokoh terhadap kejadian tertentu
Contoh:
Ketika seorang anak memecahkan gelas, apa yang dilakukan ibunya? Dalam hal ini, kita harus merumuskan dulu secara jelas, bagaimana karakter si ibu. Apakah dia pemarah, penyabar, suka mencaci-maki, dan sebagainya.Jika yang kita ceritakan adalah seorang ibu yang penyabar dan penuh pengertian, maka kita tentu tidak akan membuat kalimat yang menceritakan bahwa si ibu marah besar lalu memaki-maki anaknya.

6. Atau cara-cara lain yang bisa memperkuat karakter seorang tokoh.

Tak ada salahnya jika anda memperkuat karakter seorang tokoh dengan “menempeli” dirinya dengan hal-hal unik. Misalnya: Dulu saya pernah menulis sebuah karya fiksi, yang di dalamnya terdapat tokoh Doni yang setiap omongannya selalu diakhiri dengan kata “kok” (walau kok-nya itu tidak pas). Misalnya:
“Loe habis dari mana, kok?”
“Emang, kok. Dia memang suka gitu, kok. Gue aja ampe heran, kok.”

CATATAN:
Jangan sekali-lagi merusak karakter tokoh dengan hal-hal yang kontradiktif. Misalnya: Anda menceritakan tentang tokoh Ali yang penyabar dan selalu santun dalam bicara. Namun dalam sebuah bagian cerita, Anda membuat kalimat seperti ini:

Ali sangat terkejut mendengar cerita Hasan. Dadanya bergemuruh, mukanya merah, dan ia menatap Hasan penuh kebencian. “Bajingan loe!” teriaknya dengan kasar.

Memang, kadang-kadang manusia bisa melakukan sesuatu yang tidak sejalan dengan karakternya. Jika ini terjadi, anda pun harus menjelaskannya dengan gamblang. Misalnya, “Ali marah besar karena ia sudah kehilangan batas kesabaran. Lagipula hari itu dia sedang stres berat.”

Yang terpenting dalam mengembangkan karakter adalah tidak menoton. sebisa mungkin kita variatif. banyak pula yang mengatakan bahwa karakter seseorang baiknya tidak ditulis secara deskripti tapi melaui cara-cara lain yang telah dibahas di atas tadi. Selamat Mencoba!

sumber: Jonru dengan sedikit editan