Demi Kuliah di Universitas Idaman; Aku Memboncengkan Akhwat Bukan Makhrom!

Pertanyaan pertama saya adalah apa yang teman-teman pikirkan setelah membaca judul di atas? Bolehlah apa saja, mari kita simak salah satu ceritaku (pengalaman asli). Mudah-mudahan bisa diambil ibrohnya. Silahkan dibaca sampai tuntas. Jangan lupa siapkan tisu barangkali mau nangis. Barangkali mau istighfar sebanyak-banyaknya. Jika puasa batal saya tidak ikut bertanggung jawab.

Hmmm… Ambil nafas..keluarkan phuuuuss…

karena ini cerita maka saya pakai bahasa cerita hehe..siap? ready?

1

2

3

Waktu itu di bulan Mei aku mendaftar studi kuliahku S2 Di UGM. Nah temen-temen tau lah banyak syarat dan berkas yang harus dipersiapkan ketika mendaftar kayak ginian. Dari fotokopi ijazah, transkip nilai, surat rekomendasi, rencana studi, dan surat keterangan kesehatan serta lain-lain tetek bengeknya yg cukup menguras banyak energi, waktu, dan kesabaran. Nah aku mau cerita saat mengurus surat keterangan kesehatan di Puskesmas. Kejadian yang menghancurkan harga diriku huhu..Dari sinilah kejadian unik ini akhirnya aku beranikan untuk dibagi kepada teman-teman. Mau tau ceritanya? Yuk ganti paragraf dulu J

Rabu itu pagi masih terselimuti embun. Mentari masih malu keluar dari dalam langit. Awan terlihat tak secerah seperti wajahku yang tak terbungkus senyum. Hanya sesekali dengkuran burung dara meramaikan pagi. Initine kejaidan ini terjdadi pagi-pagi hehe…lanjut!

Jam sembilan pagi aku berangkat ke Puskesmas di Tembalang, Semarang. Saat sampai di Puskesmas ternyata sudah banyak bapak-ibu, kakek-nenek, dan anak-anak yang sedang mengantri. Ramai. Panas. Sumpeg. Aku pun menemui petugas kesehatan yang berjaga disitu. Ternyata kata ibu pegawai tersebut tes kesehatanya baru bisa jam sepuluh siang nanti. Alasanya karena petugas yang mengurus tes kesehatan datangnya baru jam sepuluh (dasar PNS hehe..)

Sebenarnya aku paling males datang ke tempat yang berbau obat. Rasanya badan jadi lemas semua. Apalagi kalau melihat darah dan suntik. Wew. Gak kuat. Makanya Ahamdulillah aku gak pernah masuk ke rumah sakit karena sakit selama ini. Tapi ya sudah dinikmati saja menunggu sambil menghirup bau obat di Puskesmas huhu..

Nah pas aku sedang duduk menunggu ada seorang akhwat (wanita) yang duduk di sebelahku. Dia menyapa duluan. Ya mungkin karena kepribadianya ekstrovet yang sangat terbuka dalam bergaul, sedangkan kepribadianku introvet. Jadi sifat dasarku sebenarnya seorang pemalu apalagi di tempat yang asing tak dikenal.

Wanita                 :     masnya kerja atau kuliah?

Aku                       :     kerja,

Wanita                 :     kerja dimana?

Aku                       :     ngajar

Wanita                 :     ohh,, rumahnya dimana?

Aku                       :     di Meteseh perumahan Dinar Mas,

Wanita                 :     oh sama berarti, saya juga di meteseh

Begitulah kurang lebih awal percakapanku dengan si akhwat tersebut. Selanjutnya kita bercerita banyak, termasuk maksud dan tujuan kenapa sekarang di Puskesmas. Intinya akhwat tersebut minta dianterin ke rumahnya di Meteseh. Alasanya karena gak tau cara pulangnya gimana dan gak mungkin jalan kaki. Aku sebenarnya bingung tujuh keliling. Pertama bingung masalah memboncengkan wanita tersebut. Karena aku belum pernah memboncengkan wanita yg bukan makhrom dari lahir, dari dulu. Suer!!! Apalagi setelah kuliah aku rajin mentoring (ngaji) jadi lebih paham dan Takut dosa hehe..

Dari Ma’qil bin Yasar dari Nabi s.a.w., beliau bersabda, “Sesungguhnya ditusuknya kepala salah seorang di antara kamu dengan jarum besi itu lebih baik daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani dan Baihaqi)

Jadi ini adalah yang pertama kalinya mboncengin yang bukan makhrom huhu… Dasar akhwat menggoda keimananku :p Dan Sebenarnya aku punya mimpi wanita yg sebelumnya bukan makhrom yang pertama kali aku boncengkan adalah istriku kelak!

Alasan kedua adalah, aku sudah menunggu hampir jam sepuluh, nah kalau aku pergi dan mengantarkan akhwat tersebut maka nomer antrianku akan jadi lama. Karena iba dan kasihan akhirnya aku boncengkan akhwat tersebut, serrrrr :p

Nah, karena aku sangat jarang memboncengkan wanita (kecuali keluargaku) maka aku sangat hati-hati. Pelan-pelan sekali. Yang biasanya kecepatan 60 berkurang jadi separohnya. Ya demi keselamatan. Hatikupun penuh deg-degan karena yang aku boncengin adalah seorang akhwat yang bukan makhrom. Uhuk-uhuk hehe…

Sampailah pada depan rumahnya, setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menitan. Akhwat tersebut pun turun dari motorku dan mengucapkan banyak terima kasih padaku.

“Mak matur suwun ya, mudah-mudahan kerjanya sukses, cita-citanya terkabulkan, sekolahnya lancar, rezekinya lancar,  dimudahkan segala urusanya sama Allah. Hati-hati nak ya..”

“iiya mbah, mboten nopo-nopo, njih sampun kulo pamit rihin mbah, bade teng puskesmas malih”

(terjemahan: iya nek, tidak apa-apa, sma-sama, saya pamit dulu ya, mau ke puskesmas lagi)

Betul sekali. Wanita yang aku boncengin adalah seorang nenek hehe…yang sudah tua dengan rambutnya yang telah putih. Mungkin umurnya diatas 60 tahunan. Jadi Maaf ya bukan akhwat muda yang aku boncengin hehehe… jad siapa? Nenek-nenek yang aku boncengin ahaha!

Nah kemarin-kemarin gak sengaja Blogging nemu hadist tentang Kebolehan kita memboncengkan perempuan yang bukan mahram, yaitu apabila kita menjumpai di suatu tempat di jalan, sedang dia tidak sanggup berjalan lagi khususnya apabila kita bersama-sama dengan orang lain. Seperti nenek diatas yang sudah tua renta tak diurus oleh anak-anaknya. Akupun jadi merenung nenek sudah tua kok pergi ke puskesmas sendirian tak ditemani oleh anaknya? Dasar anak zaman sekarang, mudah-mudahan kita tidak demikian ya teman-teman. Aamiin.

Hadis riwayat Asma binti Abu Bakar ra., ia berkata:

Zubair mengawiniku sedangkan ia tidak memiliki harta atau hamba sahaya atau apapun kecuali kudanya. Akulah yang memberi makan kudanya, mencukupi bahan makanannya, mengurusnya, menumbukkan biji bagi hewan penyiramnya, memberinya makan, memberi minum, menjahitkan timbanya dan membuatkan adonan rotinya. Tetapi, aku tidak pandai membuat roti karena itu wanita Ansar tetanggakulah yang membuatkan roti untukku. Mereka adalah para wanita yang jujur. Ia berkata: Aku biasa memindahkan biji kurma dari tanah Zubair yang diberikan Rasulullah saw. dengan memanggulnya di atas kepalaku yang berjarak kira-kira duapertiga farsakh (1 farsakh = 3 mil). Ia berkata lagi: Suatu hari aku datang membawa biji kurma di atas kepalaku lalu bertemu dengan Rasulullah saw. beserta beberapa orang sahabat. Beliau memanggilku, kemudian mengucap: Ikh, ikh (ucapan untuk menderumkan untanya). Beliau bermaksud memboncengku di belakangnya. Asma berkata: Aku merasa malu dan aku tahu kecemburuanmu. Zubair berkata: Demi Allah! Engkau memanggul biji kurma di atas kepala adalah lebih berat daripada engkau menunggang bersama beliau. Ia berkata: Sampai Abu Bakar ra. mengirimkan seorang pembantu yang mengambil alih pengurusan kuda, seakan-akan ia telah membebaskanku. (Shahih Muslim No.4050)

Hadist ini menjeaskan boleh memboncengkan wanita bukan makhrom yang telah kepayahan.

Alhamdulillah Doanya nenek terkabulkan, Alhamdulillah saat pengumuman S2 UGM, aku diterima! Jadi kalau temen-temen mau diijabahi keinginanya segera boncengin nenek-nenek ya hehe.. terima kasih telah membaca tulisan ini sampai selesai, Insya Allah mudah-mudahan akhwat muda yang sebelumnya non makhrom yang pertama nanti aku boncengin adalah istriku kelak, hehehe..aamiin, siapa dia? Wallahua’lam ^_^

Iklan

Cinta adalah Keberanian atau Mempersilahkan

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan (Salim A Fillah).

Sederet tulisan cinta yang ditulis oleh Salim A Fillah, hanya inilah yang masih saya ingat betul. Dalam bagian ini beliau menjelaskan tentang cinta dalam perspektif keberanian atau mempersilahkan orang lain. Cinta tidak pernah meminta untuk menanti apalagi memaksa. Begitulah sekiranya yang diceritakan dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang. Cerita bagaimana para sahabat terbaik Rasulullah satu persatu melamar putrinya yang jelita, Fatimah. Namun pada akhirnya Ali Bin Abi Thalib yang terpilih sebagai menantunya; sebagai imam bagi putrinya.

 Dalam bagian ini, kita bisa mengambil beberapa hikmah yaitu:

 1. Cinta adalah suatu keberanian

Cinta dan pemberani sangatlah dekat. Ibarat seorang ksatria dalam medan perang yang menggunakan sebilah pedang. Pedang adalah symbol keberanian seorang kesatria. Kau tunjukan keberaniaan melawan musuh. Kau acungkan pedang untuk menebas musuh. Maka engkaupun bisa memenangkanya atau akan mati syahid dalam jalan Illahi. Engkau masuk syurga firdaus; sebaik-baiknya syurga. Itulah cinta, kau harus berani untuk mendapkanya. Jikaupun kau gagal mendapatkanya niscaya ada pengganti yang lebih indah dari yang kau cinta. Ada sesuatu yang lebih baik dari yang kau inginkan yang telah Allah persiapkan untukmu. Begitulah cinta jika kau tak menjadi seorang pemberani maka jangan harap kau akan mendapatkan cintamu. Jangan habiskan waktumu hanya menjadi pengagum cinta tanpa suatu keberaniaan karena engkau sebenarnya hanya berkhayal. Keberaniaan cinta bukan hanya pada lelaki tetapi wanita juga. Tentu keberaniaan Khadijah meminta Muhammad Bin Abdullah menjadi suaminya adalah teladan bagi kita. Bahwa wanita juga boleh memberanikan diri. Dan sebagai seorang laki-laki tentu kita tidak boleh memandang sipit seakan tak pantas dilakukan oleh seorang wanita. Tidak.

 2. Cinta adalah Mempersilahkan bukan memaksakan

Cinta adalah mempersilahkan bukan memaksakan.  Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islam membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. Dan pada akhirnya lamaran terakhir Ali lah yang disambut dengan Ahlan Wa Sahlan; Selamat datang! Dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmah dari sahabat-sahabat Rasul yang begitu berani tetapi mereka juga begitu ikhlas melakukanya. Maka ketika niat baik mereka; lamaran mereka tertolak. Mereka mempersilahkan yang lainya untuk menjemputnya. Tak ada yang memaksakan perasaanya terhadap orang yang dicintainya. Bisa jadi itu (memaksakan) bukanlah sebuah cinta tetapi nafsu dalam diri. Maka jika kita mencintai maka beranikan diri menjemputnya akan tetapi ketika tertolak itu artinya mempersilahkan yang lainya. Itulah Cinta kau berani atau mempersilahkan yang lainya.

3. Cinta adalah sebuah keyakinan

Cinta adalah sebuah keyakinan. Dalam kegamangan hati kau tetap yakin. Dalam kebimbangan hati kau tetap yakin. Pun dalam kesakaun kau tetap yakin. Karena cinta bukan sekedar keberaniaan tetapi ia adalah keyakinan. Ia berani karena yakin. Seperti Fatimah yang sangat yakin orang yang ia cintai akan datang menjemputnya. Padahal dua sahabat Rosul terbaik telah memberanikan diri untuk menjemputnya, berlomba-lomba mendapatkan akad itu. Namun lihatlah seorang Fatimah dia yakin orang yang ia cintai dalam diam akan datang menjemputnya. Hingga setelah menikah ia berkata pada suaminya yang tercinta:

 “hai kekasihku tahukah kau? Sebelum ku menikah, ada seorang pemuda yang aku cintai” ucap Fatimah kepada suaminya; Ali Bin Abi Thalib. Yang ditanyapun penasaran dan penuh tanda Tanya.

 “Siapakah lelaki itu ya Fatimah” jawab Ali penuh tanda Tanya

 “laki-laki itu adalah kau” jawab Fatimah dengan penuh cinta.

 Begitulah Cinta ia memiliki nilai keyakinan. nilai keyakinan ini tentu juga beraslal dari suatu kecenderungan perasaan yang dimiliki oleh seseorang melalui istikharoh cinta kepada-Nya. Tentu kita ingat salah satu hadist berikut ini

 “APABILA datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

 Tetapi apa yang terjadi dengan Fatimah dengan sahabat-sahabat Rosul yang telah melamarnya? Semua laki-laki yang melamar Fatimah adalah orang-orang pilihan terbaik saat itu. Sahabat-sahabat yang tak diragukan lagi agama dan akhlaknya. Maka seorang akhwat atau wanita boleh-boleh saja menolak laki-laki yang datang melamarnya walaupun agamanya baik. Tentu Cinta tetaplah cinta. Di dalamnya ada perasaan kecenderungan hati. Di dalamnya ada kekaguman hati. Maka jika Fatimah lebih mencenderungkan hatinya kepada Ali. Itulah cinta; tak ada rumus yang pasti. Maka jika kita seorang laki-laki tertolak lamaranya, janganlah berkecil hati dan jangan pula mencaci wanita yang telah menolak kita karena kita merasa telah baik agamanya. Karena kita merasa  telah memiliki segalanya.

  4. Cinta adalah keikhlsanan

 Seringkali seorang yang cintanya tertolak mudah sekali untuk kecewa. Ia kecewa karena segala ikhtiar dan doanya selama ini tidak terjawab oleh Allah. Bahwa apa yang ia inginkan benar-benar tak terwujud. Janganlah tergesa-gesa kecewa karena pilihan Allah pasti yang terbaik.

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh; 216)

 Sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk diri kita. Hingga kekasih sebagai pasangan hidup pun Allah yang lebih mengetahui. Kadang teramat banyak pemuda yang terlalu yakin kemudian dia kecewa karena yang ia yakini ternyata tak seperti yang diharapkan. Maka sesungguhnya hanya keikhlasan sebagai jalan untuk menenangkan jiwa dari segala liku-liku cinta di dunia.

 Ada satu doa sebagi penguat keikhlasan kita dalam mencintai seseorang dengan penuh keihkhlasan. Doa yang diucapkan Rosulullah kepada Rabb-Nya. Sebuah doa yang patut kita teladani;

 “Ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)

 Dalam doa tersebut mengisyaratkan manakala kita mencintai sesuatu maka jadikan itu sebagai kekuatan agar bisa mendapatakan apa yang Allah cintai dan jika Allah menyingkirkan apa yang kita cintai maka jadikan itu sebagai kebebasan untuk senantiasa mencintai apa yang Allah cintai.

 Bukan karena mencintaimu aku menjadi merana. Bukan pula karena mengagumimu aku menjadi menderita. Tetapi saat ku artikan cinta adalah kebersamaan denganmu, itulah penderitaan cinta yang sesungguhnya. karena cinta adalah keberaniaan atau mempersilahkan. Ia bukanlah rangkaian kata kerja pemaksaan. Yaitu Pemaksaan kebersamaan denganmu.

Barakallahufiikum, semoga bermanfaat ^_^

Kado Untuk Yang Tercinta

Pernikahan Mbak Aisy dan Mas Yayan

Saat cinta yang kita cita-citakan terwujud, alangkah indahnya. Disambut dengan lengkungan senyuman dari sang kekasih yang dicinta. Merekah dari bibir ikhlas tak tergantikan. Menyambut dan disambut kata-kata cinta yang terucap. Merinding dan bergetarlah jiwa. Darahpun mengalir cepat membasahi setiap jiwa yang kering. Jiwa-jiwa yang merindukan kasih sayang dari sang kasih.

Ada yang cemburu. Melihat dua insan bersatu dalam satu akad. satu untuk selamanya. Perjanjian antara imam dan makmum yang akan menakodahi samudera kehidupan. Kehidupan yang tentunya banyak gelombang dan karang yang menghadang. Namun disinilah kita bisa Mencicipi nikmat berdua yang tak pernah dirasakan. Ah cinta alangkah indahnya.

Kau tau saat akad terucap. Malaikat itu tersenyum lebar. Menjadi saksi bukti cinta kalian karena Rabb-nya. tapi kau juga harus tau saat akad terucap bidadari dunia itu lemas tak bisa berbuat apa-apa. Mereka cemburu! Ya cemburu. Cemburu karena bukan dirinya yang terpilih menjadi makmum Sang Pangeran. Begitu pula para pengeran berkuda putih, mereka letih sejenak setelah tau wanita yang sholehah itu telah dimiliki oleh Sang Pangeran dari sebuah Negara Teknik. Itulah cinta. Kau berani atau mempersilahkan yang lain.

Sekarang kau tau. Ternyata kau adalah manusia pilihan yang mendapatkan kekasih yang terbaik. Maka bersyukurlah atas segala karunia ini. maka cintailah kekasihmu hingga ajal menjemput. Seperti penjagaan seorang Muhammad bin Abdullah kepada kekasihnya Khadijah. Hanya ajal yang memisahkan mereka. hanya kematian yang memisahkan raga mereka.

Tapi tenanglah kami adalah para pangeran dan cinderela yang berbahagia atas akad kalian. Barakallaufikum untuk mbak kami yang tersayang Syaja’atul ‘Aisyah, S.Hum dan Mas Yayan Satyawardana, ST. Mudah-mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin.

Dari Kami yang mencintai kalian^_^

Keluarga Besar Tarbiyah Fakultas Ilmu Budaya UNDIP

Bagaimana Menulis Yang Baik dan Bagus; Sebuah Catatan Bagi Yang Ragu Menulis

Banyak orang dan teman-teman yang bertanya kepada saya. tulisan yang seperti apa yang sebenarnya bagus? apakah harus hiperbola dan personifikasi? apakah harus puitis? atau harus implisit?

Kita mengenal yang namanya berbahasa yang baik dan benar bukan? yaitu berbahasa sesuai dengan kondisi dan dalam konteks seperti apa. jika di dunia pendidikan maka kita menggunakan bahasa Indonesia formal tapi jika dipasar apakah menggunakan bahasa Indonesia formal juga, dengan subjek predikat dan objek disebutkan semua? tentu tidak. begitu pula menulis, menulis yang baik berarti sesuaikan dengan konteks atau dalam ranah apa kita menulis dan kepada siapa tulisan kita tujukan, apakah untuk umum atau komunitas tertentu atau umur berapa, dan pendidikan tingkat berapa, kurang lebih seperti itu. Jika kita menulis dalam bidang keilmiahan maka gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai ejaan yang disempurnakan. Jika kita menulis dalam hal dunia fiksi maka gunakanlah majas-majas untuk memperindah bahasa, dan lain sebagainya. Menjadi penulis berarti menulis dan mempublikasikanya. tidak menjadi masalah ketika kita menulis dengan bahasa yang sangat ringan dan simple karena tujuan kita menulis adalah memberitahu, mengajak, dan menyampaikan gagasan-gagasan kita akan sesuatu. maka yang terpenting adalah pembaca nyaman dan mengerti apa yang kita tulis, apalagi jika kita mendapat sanjungan; Keren! berarti tulisan anda bisa diterima. Berikut ini adalah salah satu contoh tulisan yang saya ambil dari catatan di facebook dengan gaya simple dan mengalir. Selamat membaca dan mempraktekanya.
@@@@@@@@@@@@@@@@

.Nih dia yang ditunggu-tunggu. Hehehe…

Hal yang sangat menarik salah satunya adalah menyimak romantika di dunia aktivis dakwah. Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir pada jebakan interaksi ikhwan-akhwat. Karena memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian lembaga, atau berada dalam satu bidang, bisa juga dalam satu kepanitiaan, membuat interaksi kerja menjadi lebih intens.

Intensitas hubungan kerja itu suatu saat dapat menumbuhkan benih-benih simpati atau bahkan cinta di antara ikhwan dan akhwat (laki-laki dan perempuan). Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya. =====Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, sehingga bila ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat. Namun jika ternyata tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, ya harus berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap simpati (simpan dalam hati). Apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga gombalisasi di sini.

Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang membuncah karena cinta. Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini mustinya disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya, jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan itu. Gengsi dong!! Namun suatu saat pertahanan itu bisa jebol manakala perasaan itu makin menjadi-jadi sedang keimanan dalam kondisi menurun. Maka lahirlah sebentuk perhatian pada si “dia”, baik berupa nasehat, tausiyah, pujian, menanyakan sesuatu (baik tanya beneran atau pun pura-pura bertanya hayoo…) atau sekadar menanyakan kabar. Entah itu lewat SMS, telpon, saat chatting, via e-mail … bisa juga dalam rapat koordinasi.

Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya gombalisme via SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal. Kita simak contoh SMS-SMS ini….
“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti. Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun. Anti benar-benar mujahidah tangguh. Tetep semangat ya Ukhti!”

“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan. Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki. Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”

Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”
Ikhwan: “Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”
(Halah… gombal semua tuh!!!)

Ada yang lebih parah nih … kayak gini:
“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…”

“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”

“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….”

Oh .. NOOOOOOOOOOOO!! Aneh-aneh aja isi SMS-nya. Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi. Hmm.. bagaimana reaksi si penerima? Ya bervariasi, ada yang cuek saja, ada yang merasa risih, ada yang membalas biasa, ada yang bertanya-tanya bin penasaran, ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan. Kita simak penggalan berikut…

Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikirnya. Serta merta dia buka SMS-nya, hah… dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya. Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.”

Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian! Namun tanpa sadar jari-jari lentik akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”
Nah lo!!

Coba dirasa-rasakan, apa SMS-SMS semacam itu tidak beresiko? Bagus sih sepertinya, membangunkan untuk sholat tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati. Bikin merajalelanya VMJ (Virus Merah Jambu). Waa.. kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya.

Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya gombalisasi. Kalau si gombal dah nyebar, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat. Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bayangin aja … kalau jadi gak enak makan, gak nyaman tidur karena tiap mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kalamaan bisa kurus tuh? Trus …siapa korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/akhawat. Mestinya paham dong gimana fitrah perasaan mereka. Mereka seneng dan suka bila diberi perhatian … bisa berbunga-bunga hatinya. Dan tipe cinta mereka (kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati, kayak Nurul dalam novel AAC itu loh… Trus mereka juga mudah berharap. Nah tuh … coba pikir kalau sampai mereka jatuh cinta, kemudian sampai berharap. Jika kemudian cinta dan harap itu tidak kesampaian, apa nggak sakiiiit banget nanti? Apa tega, mendholimi mereka seperti itu?

So, khususnya bagi para ikhwan, jaga diri, jaga hati, jaga gengsi. Jangan asal kirim SMS, lebih-lebih SMS gombal bin murahan. Juga .. jangan asal balas SMS, apalagi dengan SMS gombal. Ini nih contoh balasan yang ngegombal….
Akhwat : “Ane pengin rihlah, ke syurga …”
Ikhwan : “Ukhty, ke mana pun Anti mau pergi, saya akan bersedia menemani, meski taruhannya jiwa ini …” (He..he..he.. peace Ukhti ^_^ )
Nah!! Dasar gombal! Jaga gengsi dong. Ini nih…. Barisan kata berikut mungkin bisa menggambarkan ikhwan yang nggak mau nggombal.

Karena Aku Mencintaimu
Wahai Ukhty…
Karena aku mencintaimu, maka aku ingin menjagamu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku mencintaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena cintaku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah

Karena cinta ini,
Ku tak ingin mengusik ketentraman batinmu,
Ku tak ingin mempesonamu,
Ku tak ingin membuatmu simpati dan kagum,
Atau pun menaruh harap padaku.

Maka biarlah…
Aku bersikap tegas padamu,
Biarlah aku seolah acuh tak memperhatikanmu,
Biarkan aku bersikap dingin,
Tidak mengapa kau tidak menyukai aku,
Bahkan membenciku sekali pun, tidak masalah bagiku….

Semua itu karena aku mencintaimu,
Demi keselamatanmu,
Demi kemuliaanmu.

So, sekali lagi bagi para ikhwan, jangan jualan gombal, jangan obral janji. Gak usah deh sok perhatian, terlebih lagi bilang suka atau cinta. Bisa fatal tuh akibatnya! Mau jadi orang dholim?? Tegaskan semenjak sekarang, hal seperti itu tabu kalau belum nikah. Kalau dah nikah sih … puas-puasin aja bilang cinta seratus kali sehari ama istrinya. Sampai dhower deh, terserah! ^_^

Bagi para akhwat, hati-hati binti waspada Ukh … jangan mudah digombali. Jangan percaya dengan kata-kata suka, cinta atau janji-janji. Jangan mudah menambatkan hati, jangan mudah berharap. Stay cool, calm, confident. Perisai izzahmu harus tetap kokoh. Antum tidak suka terombang-ambing kan? Antum lebih suka pada kepastian kan? Makanya jangan sampai semua itu terjadi sebelum ada hal yang konkrit, sebelum ada kepastian. Hal konkrit itu adalah, si ikhwan mengkhitbah Antum dengan datang ke orang tua Antum. Itu … baru deh, oke. Waspadalah …waspadalah …

Jomblo Terhormat

”Siapa bilang selalu lelaki yang melecehkan wanita? Siapa bilang Cuma lelaki yang selalu menggoda? Emangnya Cuma lelaki yang punya syahwat? Tanya Annas kepada temen-temenya ketika menanggapi pernyataan salah satu LSM wanita yang sedang memberi seminar di salah satu tv swasta.

Yusuf      :  “Udah dong nggak usah sewot seperi itu”.

Annas.   :  “Mudah memang kalau Cuma sekedar ngomong, orang di tv   itu tidak tahu betapa menderitanya aku saat naik angkot”

Yusuf      :  Emang kenapa?

Anas       :  ”Saat naik angkot, didepanku berderet gadis-gadis muda, baju tipis, terawang dengan rok span. Roknya sejengkal diatas lutut saat berdiri, kalau duduk? Tertarik sepuluh jengkal keatas

Yusuf      :  terus-terus?

Annas    :  Sebelah kananku gerombolan ABG berbusana funky  bergoyang-goyang mengikuti hentakan musik triping. Belum  lagi serangan “gas maut” mereka dari aroma parfum yang  menyengat.

Yusuf      :  ahai… kayak ratu dangdut dong..

Annas    :  Baju dan celana buntung ketat mereka cukup merekam bagian tubuh terpenting. Kalau membungkuk, tersingkap  pinggangnya. Saat bergelantungan di bis, pusarnya  mengintip. Kalou ada cowok yang menggoda, itu salah siapa? Salah cowoknya atau salah ceweknya?

Yusuf      :  hahaha..iya betul…Masa’ ada kucing nolak ikan? Kalau ada mungkin kucingnya lagi sakit gigi!”

Annas    :  “Mereka telah mengacaukan menejemen Ghadul Bashorku  yang sekarang terancam. Apa yang harus aku lakukan di dalam angkot? Jika memandang lurus kedepan kelihatan  sekwilda (sekitar wilayah dada). Menunduk, nampak yang lebih berbahaya. Melongok keatas, takut dikira gila. Menutup  mata disangka buta.

Yusuf      :  Belum lagi para ABG yang centil “cowok godain kita-kita dong” hah !!! makin keki jadinya. siapa yang harus di salahkan? Ceweknya atau cowoknya. Nggak ada asap kalau nggak ada api.

Yusuf hanya tersenyum mendengar ucapan Annas.

Ditto        :  “Eh, kita berkumpul disini untuk ngerjain tugasnya Bu Kus ngapain bahas gituan”. (sambil menutup ponsel  genggamnya)

Adit         :  iya kok malah bahas ini?

Yusuf      :  jangan2 adit ma ditto homo ya..hahaha…

Panasnya siang terpecah oleh canda tawa mereka. Sentuhan hangat peluh di siang itu, tersejukkan oleh keceriaan mereka.

********

Wajah oval Annas memperlengkap ketampananya. Tak heran para cewek di kampusnya tak sedikit yang jatuh hati pada pesonanya. Sikap cuek dan acuh pada semua cewek di kampus membuat mereka penasaran dan merasa tertantang untuk mendapatkan cinta Annas. Olga misalnya,salah satu Geng Ijo Lumut yang jatuh hati pada Annas. Geng Ijo Lumut adalah kelompok tiga cewek cantik di kampus Hayam  Wuruk yang beranggotakan Inez, Jenny dan Olga. Mereka menyebut Ijo Lumut yaitu kepanjangan dari IJO (Ines, Jenny, Olga) dan Lumut (Lucu&Imut).

Tiga cewek narsis itu selalu berhasil dalam menarik simpati cowok. Mendengar Annas adalah cowok tampan, pintar, berprestasi dan selama ini para cewek tidak pernah ada yang berhasil menaklukkan Annas, Olga merasa tertantang dan ingin menunjukkan pada teman-temannya bahwa dialah penakluk cowok sejati di kampusnya.

Olga       :  “Saya akan tetap buktikan pada kalian kalau semua cowok  akan takluk di hadapanku, jangankan seorang Annas seribu Annas pun aku sanggup menaklukkanya”

Ines         :  “ Udah lupain aja

Jenny     :  Awal perjuangan aja gagal. Pas itu kamu pura-pura keseleo Trik kedua menjatuhkan dompet di depan Annas.

Innes       :  Jangankan Annas mau kenalan sama olga ngelirik aja,nggak! Hahaha..

Olga       :  “Nggak!! Bukan Olga namanya kalau nggak bisa naklukkin cowok jutek itu.”

semangat Olga sambil menunjukan jari kearah Annas yang sedang duduk di teras kampus.Tanpa berpikir panjang Olga langsung nyamperin Annas.

Olga       :  ”Aku suka sama kamu mau nggak kamu jadi cowokku?”

Annas tidak nanggepin ucapan Olga. Dia beranjak dari tempat duduknya dan berlalu pergi.

Olga       :  “Eh, sombong banget sih kamu! Emangnya kamu siapa Brad Pitt atau Tom Cruice?!!

Merasa di cuekin Olga kemudian mengejar Annas dan memegang erat tangganya.

Olga       :  ”Eh, nggak usah sok kecakepan deh loe!!

Annas    :  “Lepaskan tangan saya, sebenarnya mau kamu apa sih?

Olga       :  ”Aku mau kamu jadi cowok ku!!”

Annas    :  “Maaf, kamu salah orang.”

Annas meninggalkan Olga. Teman-teman Olga mendekatinya

Jenny     :  ”Gila kamu berani banget ga, udah lupain aja dia.”.

Innes       :  iya ga,,, annas itu anak rohis yang kadar imanya tinggi jadi                                                    gak bisa dikalahkan begitu mudah.

Innes       :  ”Jangan panggil aku Olga kalau nggak bisa menaklukkan dia.”

Waktu tepat pukul empat sore. Keramaian di kampus Sastra Universitas Hayam Wuruk belum juga surut. Lalu-lalang kendaraan di jalan Pleburan belum juga berkurang. Surutnya panas di sore itu tidak menyurutkan niat Olga untuk mendekati Annas. Seperti biasa setelah selesai kuliah dan syuro di Base Camp Rohis Sastra , Annas menunggu Bus di trotoar depan kampus.

Jenny     :  “Eh Annas tuh”  ucap Jenny sambil menunjuk kearah Annas.

Olga       :  ”Aku punya ide bagus sore ini”

Tak berapa lama bus Mangkang-Bukit Kencana yang ditunggu Annas akhirnya datang juga. Bus berhenti. Annas naik. Olga cepat-cepat masuk kedalam Bus itu. Bus sesak. Semua kursi sudah terisi. Tak ada pilihan lain selain berdiri. Olga mulai mendekati Annas.

Olga       :  “Hallo

Annas    :  “Hallo? Salah sambung!!” ”Ngapain kamu naik Bus? Bukanya mobil mewah kamu selalu setia menemanimu kemanapun kamu pergi?” Tanya Annas dengan membalikkan badanya membelakangi Olga.

Belum terjawab pertanyaan itu, Annas menyambung dengan jawaban darinya.

“Oo, kamu mau bilang ini Bus umum dan semua orang bisa menaikinya? Ya?! Atau kamu mau bilang kalau kita kebetulan ketemu disini,gitu? Basi!” Jawab Annas dengan nada agak tinggi.

Olga bengong. Pikiranya tersesat jauh hingga tak bisa mengucapkan kata-kata.

Olga          : “Stop pak, stop!” Teriak Olga menghentikan Bus.

Begitu turun Olga langsung naik mobil mewah yang mengikuti dia dari belakang Bus.

Didalam hati  Annas merasa bersalah telah bersikap kasar sama Olga tapi dilain hal Annas juga merasa waspada takut kalau dia terkena virus ”merah jambu” yang melenakan itu. Akhirnya olga tidak berani lagi mendekatinya secara membabibuta. Tahu bahwa annas mengikuti KMMS, maka Olga pun ikut KMMS, awalnya dia hanya berniat untuk mendekati annas namun,dalam perjalananya dia justru sadar bahwa dia harus menjadi wanita sholehah agar mendapatkan pria soleh seperti annas itu, seperti surat dari Al-Quran yang ia baca di surat An-Nur : 26 : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).

 

diambil dari curhatanya mas Exo

Jaga Hatimu Sayang Untuku Saja; Aku lah bidadarimu kelak!

Assalamualaikum. Pesan ini harap diambil hikmahnya saja.

buat yg ngaku ikhwan (laki-laki) sholeh Assalamualaikum yaa akhi, kamu gak seperti kebanyakan laki-laki, biasanya laki-laki suka menggoda dan mendekatiku, kenapa kamu tidak? Apa kamu homo? Ah, masa sih kamu makhluk yang lain dari cowok yang saya kenal selama ini? Kamu pasti juga cowok seperti mereka yang suka dengan cewek dan pastinya suka dengan keindahan kami.

Akhi, itu panggilan buat kamu dan teman-temanmu yah? Walaupun lucu kan kalo dipanggil jadinya Aki, hihi.. aki-aki yah? Walaupun penampilanmu begitu standart tetapi ada yang berbeda deh dengan diri kalian, entah apa itu, kenapa kalian bisa dibilang sebagai cowok idaman sebagai suami mungkin pacar juga bisa.

Ah begitu susahnya mendekatimu, kenapa kau tidak suka melihatku? Apakah tubuhku kurang bagus? Atau wajahku ga bersih?lihat dong ke matsaya! Uh, mungkin kamu lebih tertarik seperti para akhwat itu ya? Apasih bagusnya? Pake jubah gede, siapa tau kulitnya ga semulus saya dan mungkin bodynya ga sebagus saya.

Tapi demi rasa penasaranku padamu, saya akan seperti akhwat walaupun rasanya pasti panas banget pake baju dan kerudung seguede itu. Saya juga ikut mengaji kok, yah walaupun hanya mendengarkan sambil chatting dengan hapeku dibelakang, paling enggak dengerin mp3 or radio, kan ga ketahuan kalo pake headset.

Akhirnya kamu mau juga berbicara denganku, walaupun awalnya hanya dibalik kain pembatas ini, dan akhirnya saya juga bisa berbicara

walaupun kita saling memunggungi, tapi sadarga akh? Kitakan hanya ngobrol berdua? Walaupun saling memunggungi kita hanya berdua saling berbicara.

Kamu begitu tau kalau kaum wanita itu “lemah” maka kumanfaatkan kelemahanku untuk menarik perhatianmu, saya minta nasihat dengamu, saling mengingatkan sholat tahajud yach walaupun saya males sholat. Saya kadang ga ngerti apa yang kamu bicarakan tapi biarlah yang penting kamu selalu kasih semangat ke saya.Wah ternyata, walaupun saya tidak bisa memamerkan keindahan tubuhku, saya tahu bagaimana menarik perhatian matamu, setiap ada acara bersama maka saya akan menggunakan baju yang sangat cerah seperti merah, pink dan yang pastinya ga warna gelap deh, pasti kamu menyukainya, karena kalo kamu ga suka berarti kamu ga normal.

Di internet, gimana yah, mungkin saya akan pajang muksaya ku jamin kamu akan membayangkan diriku disaat senggang, walaupun saya hanya memperlihatkan matsaya saya tahu kalau cowok itu pengkhayal tingkat tinggi, kamu pasti bisa membayangkan bagaimana diriku.

Kita sering chatting, saya selalu bertanya tentang pribadimu dan pastinya kamupun akan bertanya tentang diriku, tentang masalah kita, bahkan kamupun tidak akan menolak bila kita chatting dengan webcam. Kita sudah saling teleponan, smsan yang padahal ga ada sangkut pautnya dengan yang kamu bilang dakwah.

Sekarang saya menunggu khitbahmu, atau sayapun berani mengajakmu ta’arufan. Dengan begitu kamu mau mengantarkanku pergi jauh keluar kota, saling mengingatkan padahal teman sepengajianmupun tidak kamu peringatkan. Sempurnalah kamu menjadi milikku, dan saya yakin dipikiranmu hanya ada saya, saya dan saya.

Walaupun saya ga pernah pacaran seperti ini tapi tak apalah ternyata kamu tetaplah seorang pria yang normal, hanya mungkin sudut pandangmu sajalah yang berbeda kamu tetaplah mudah tertarik dengan apa yang kamu lihat, dan saya sudah berhasil berpacaran dengamu walaupun dengan bentuk lain yang berbeda, hihi… dasar cowok![hasil copas by mujahidcool. .]

Sumber diambil: ROHIS, bukanlah SARANG TERORIS, melainkan BENTENG AKHLAQ Pelajar Muslim !!

buat yg ngaku akhwatSALAM DARI Ikhwan (maaf)Genit!!!BagikanHari ini jam 15:58Hai cewek, ups! Oh Assalamu’alaikum ukh, salam ukhuwah! Haha saya hanya niru apa yang biasa ikhwan yang ucapkan kepada ukhti, hmm untuk nyebutnya kadang saya ga bener maklumlah bahasa Arab saya kan ga pernah belajar, baca Iqro aja plentat-plentot, tapi yang penting keliatan kalo saya ikhwan deh.

Kenapa kalian bisa begitu mempesona dibalik pakaian besar kalian? Saya ga pernah bisa ngerti itu, padahal enakan kalo saya liat cewek baju ketat with short pant uhuuuyyy … apalagi bodi dan mukanya lumayan, yah paling enggak bisa dibanggain kalo diajak jalan. Tapi melihat kalian dengan pakaian besar kalian membuat saya tertarik

Sangat tertarik, apakah dibalik itu semua tubuhmu kudisan? Haha… saya rasa enggak, muka kalian begitu bersih dan kalian sepertinya ga mudah untuk ditaklukkan, dan bener juga kalian begitu susah ditaklukkan. Kenapa bisa sih?Gak mungkin gara-gara jubah guede yang kalian pake kan?

Kau tau, untuk mendapatkan wanita kebanyakan diluar sana begitu mudahnya, saya ajak makan bareng udah bisa cium pipi, saya ajak nonton minimal dapet kissing kalo udah beli coklat dan bunga berarti saya boleh petting dan haha.. ga perlu diceritakan kelanjutannya, yang pasti kalo udah bosen tinggal selingkuh aja, ketahuan juga bodo, tinggal cari lagi.

Hei manis, tahukah sealim apapun kalian , saya udah tau kelemahan wanita, karena kalo saya ga tau kelemahan kalian begitu susah mendekati kalian. Hmm… kenapa saya ajak kenalan langsung lu nolak? Minta nomor telepon apalagi? Hadoh susah juga nih, walaupun saya dapet nomor telepon lu, lu juga ga mau bales ataupun angkat telepon saya.

Tapi saya tau, seperti yang kalian bilang dimana ada niat pasti Allah kasih jalan, dan saya udah niat harus bisa menaklukkan kalian . Dan aha! Ternyata begini cara menaklukkan kalian, ternyata kalian disebut akhwat dan yang cowoknya disebut ikhwan, walaupun lidah saya ga biasa ngucapinnya.Mulailah saya menelusuri apa itu ikhwan?. Hmm… orang yang kerjaannya ngaji, pake celana ngatung, yah kalo punya jenggot tipis juga gapapa, hoho.. itu mudah saya lakukan, lalu apalagi?hmm… cara ngomongnya lain, kalo ngobrol ama lawan jenis nunduk (apa cari duit jatoh?), entahlah yang penting saya ikut dulu

Dalam waktu dua minggu berubahlah saya seperti ikhwan, plus facebook dan blog saya terlihat islami, dan mulailah saya mencoba mendekati kalian. Ingatkah pertama kali kita kenalan? Saya ucapkan hadist sebagai ukhuwah kita, dengan manis saya bilang “Salam ukhuwah yaa ukhti” , dan kau balas gitu juga.(Akhina Ifa: Ehmm)

Mulailah jerat itu saya pasang, kau berani kasih nomor telepon ke saya, dengan itu saya bisa sms kau dini hari untuk sholat tahajud, (Akhina Ifa: Masya Allah. Parah!) padahal saya ga sholat dan kebetulan ada petandingan sepakbola haha… sambil nyelam nyari ikan, kan saya kucing air! Hmm… memang susah juga menaklukkan kau, saya harus berkorban banyak nih.

Mulailah saya menelpon buat berdiskusi dan tukar pikiran , tentu aja saya juga stanby di internet biar saya bisa cari jawabannya di internet. Oh saya baru tahu ada namanya kegiatan keagamaan dikampus, ya udah saya juga ikut deh dan duduk deket tirai pembatas, siapa tau kebetulan kau bisa liat saya ada .

Pulang ngaji saya coba ajak pulang bareng naik motor , dengan alesan udah malem gag baek kalo pulang sendiri, haha… kau mau, Yes ! Haha.. ternyata ga terlalu sulit untuk dekat dengan kau, hanya cukup memasang topeng yang kau suka dan kau akan luluh, tinggal saya serang kelemahan setiap wanita yaitu kupingnya.

Walaupun banyak kata-kata yang ga ngerti, tapi saya yakin ini bentuk rayuan maut buat kau, hehe… emang aneh sih sms padahal gag ada kata-kata yang ngerayu misal INU IMU ILU atau sebagainya tapi Cuma kutipan hadist ama Qur’an plus kata-kata bijak dan penyemangat, tapi kenapa bisa bikin kalian luluh? Dasar wanita!

Tahukah kau, saat kau memakai kaus kaki yang terlalu pendek atau bahkan ga sama sekali, terlihatlah betis mu yang indah itu disaat mengendarai motor dan berhenti, padahal saya sering lihat betis bahkan paha wanita tapi kenapa lihat yang ini berbeda? Mungkin gara-gara kau umpetin terus.

Saat kau memakai tas ransel , tanpa kau sadari talinya membuat bentuk tubuhmu terlihat, serrrr….slerp hajar bleh! Apalagi kalau ga pake gamis sadar atau enggak bagian pinggang dan pinggul itu ketat karena roknya…hmmm, Yummy! Kata Chio “kapan lagi liat barang mahal di obral” mantap deh hahaha…ga ngeh kan?

Ga itu aja kok, kalo saya liat lu pake baju yang gelap terus pasti saya tegor “Ukh, kok gelap terus? Kan ga cerah, memang lagi berkabung ya?” dan mulailah dengan instingmu yang pandai berdandan kau akan menggunakan warna cerah agar dilihat oleh saya, haha… lumayan pemandangan bagus buat orang lain bisa saya nikmatin.

Apalagi kalau kalian udah berani pajang muka di internet hahahai… biasanya lebih mudah dibujuk tuh hehehe, tapi gag seru dengan yang itu, saya mau incer yang bener-bener tertutup , pasti lebih tertantang, kapan lagi sih saya bisa menaklukan cewek eh akhwat kek gitu? Suatu prestasi tersendiri dan naikin derajat sayalah .

Sial, kenapa ga ada pacaran islami , pacarannya di masjid gitu kalo gag pacaran lagi demo di jalanan, tapi saya ga nyerah kok, kenapa saya ga coba ta’aruf aja dulu, yah khitbah juga jadi deh, dengan alasan ntar aja saya nikahin kalo udah lulus kuliah dan udah dapet kerja mapan plus kendaraan dan rumah sendiri.

Biarin lama, yang penting saya kek janji dulu , dengan gitu saya bisa tuker biodata, bisa smsan, teleponan, bahkan chatting pake webcam malem-malem haha… ternyata kau tetap wanita yang mempunyai hati yang lemah, sehingga mudah luluh dengan apapun, ahh… untung –untung saya bisa melakukan lebih dengan ini, dan saya yakin bisa!

Saya tau setebal apapun iman kau, hati kau tetap lemah, dan mudah luluh dan saya akan terus mengintai dari situ, mencari celah untuk masuk dan menaikkan pasaran saya sebagai orang yang pernah pacarin wanita yang terkenal alim, hahaha… siapin dirimu!

— taken from http://www.mujahidcool. multiply. com —

Sumber diambil: ROHIS, bukanlah SARANG TERORIS, melainkan BENTENG AKHLAQ Pelajar Muslim !!

mudah2an bisa di ambil ibrohnya, sesungguhnya pada setiap diri kita memiliki kelemahan iman. oleh karena itu Allah senantiasa memberikan maaf kepada hambanNya yang mau bertaubat. wallahu’alam.