Mengeja C-I-N-T-A

Saat cinta itu terpandang dari balik bukit yang jauh maka kau tetap mengenalnya dan bergetarlah sudut-sudut hatimu. Saat ia datang melangkah mendekatimu maka kau mempersiapkan segalanya untuk menyambut yang kau cinta. Seperti cintaku padamu pun seperti itu, saat jiwaku tau kau telah datang mendekat maka aku mempersiapkan segalanya untuk menyambutmu. Itulah cinta, kau sambut dengan sebaik-baiknya sebelum ia datang kepadamu. Maka siapkan segala kesholehanmu untuk bisa bersamanya.

Cintaku padamu seperti sepasang merpati yang hidup penuh bahagia. Sejauh apapun aku terbang, aku akan berusaha kembali menemuimu. Saat aku jauh darimu itulah penderitaanku, dimana ujian keimanan menjadi taruhan. Di mana kemaksiataan menjadi perlawanan. Saat jiwaku bersamamu aku merasa tenang, aku merasa bahagia. Inilah waktu-waktu terbaik dalam hidupku; ialah kebersamaan bersamamu. Tapi, saat kau jauh dariku hidupku SUNGGUH kering tak berarti. Aku tak mendapatakan sentuhanmu, aku tak mendapatkan bimbinganmu. Ternyata aku begitu lemah tanpamu. Itulah cinta, keujian cinta datang saat kita jauh dari yang kita cinta dan keindahan cinta datang saat bersama dengan yang kita cinta.

Aku Mencintaimu karena Allah. Aku mencintaimu karena memang Tuhan menyuruhku agar mencintaimu. Jika tidak sungguh aku menjadi orang yang paling merugi di dunia ini. Bagaimana tidak? kau berbeda dengan yang lainya. Dalam kegelapan jiwa kaulah penerang dalam hidupku. Dalam kemiskinan amal kaulah pemerkaya amalku. Bahkan saat ku bertumpah dosa kaulah penunjuk ampunan, meskipun Tuhanlah yang Maha Pengampun. Namun kau tetaplah terletak di bukit tinggi di hati ini. Maka kesempurnaan cintamu tak ada yang sanggup aku balas semuanya. Hanya seutus tali ikhtiarku menjadi yang terbaik agar kau tak kecewa bertemu denganku.

Kau adalah perisai dalam hidupku. Tanpamu aku akan menjadi sia-sia. Maka izinkan aku mengeja arti cinta tentangmu. Yaitu mengeja arti cinta dalam keistimewaanmu.

CERITA TENTANGMU TAK AKAN PERNAH USAI HINGGA MENTARI PADAM. TAK AKAN PERNAH BOSAN KUCERITAKAN TENTANG KEISTIMEWAANMU. KAU ADALAH SEMPURNA BAGIKU.

INDAH PERMATA DI HAMPARAN LAUT DAN NAJMA DI LANGIT TAK AKAN BISA MENGALAHKAN KEINDAHANMU YANG BEGITU MULIA

NILAI DALAM DIRIMU ADALAH SAAT KAU MAU BERBAGI DENGAN SEMUA MAKHLUK-NYA TANPA TERKECUALI

TANPAMU AKU TAK MENDAPATKAN PERTOLONGAN MAAF DARI TUHAN-MU, MAKA TETAPLAH MENEMANIKU HINGGA AKU SIAP TERPANGGIL OLEH TUHANKU

AKHIR CERITA DI SURGA ADALAH IMPIANKU KARENAMU

Aku tak ingin cintaku padamu seperti perjuangan sebuah roda belakang yang mengejar roda di depanya. Ia tak pernah bisa menemuinya selambat ataupun secepat apapun perjuanganya. Cintaku padamu adalah seperti pagi dan embun. Dimana embun selalu menemani pagi walaupun hanya sesaat tapi ku yakin embun selalu datang menemani pagi, ia tak pernah berdusta sedikitpun.

Selamat datang yang tercinta, Ahlan Wa Sahlan yang kucinta; Marhaban Ya Ramadhan. Semoga aku bisa memelukmu erat dan melepaskan segala kelelahan hati dan kesalahan jiwa.

Umi dan Abiku Jadi

(Klik tanda play di atas)

Hampir saja Umi tak dicintai Abiku

Andai dulu Umi tak memakai jilbabnya

Hampir saja Abi tak terpikat Umiku

Kalau saja dulu Umi tak baik akhlaknya

Umi dan Abiku berdua saling cinta

Mengajarkan aku baca al-Qur`an mulia

Ku s’makin bersyukur kar’na Umi dan Abi

Menjanjikan akan memberiku adik baru

Reff:

Saat Umi dan Abi berdua saling memandang

Dapat kubaca jelas ada rona bahagia

Kupandang satu-satu wajah Umi dan Abi

Terpancar cahaya Surga dari kedua matanya

Cinta adalah Keberanian atau Mempersilahkan

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan (Salim A Fillah).

Sederet tulisan cinta yang ditulis oleh Salim A Fillah, hanya inilah yang masih saya ingat betul. Dalam bagian ini beliau menjelaskan tentang cinta dalam perspektif keberanian atau mempersilahkan orang lain. Cinta tidak pernah meminta untuk menanti apalagi memaksa. Begitulah sekiranya yang diceritakan dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang. Cerita bagaimana para sahabat terbaik Rasulullah satu persatu melamar putrinya yang jelita, Fatimah. Namun pada akhirnya Ali Bin Abi Thalib yang terpilih sebagai menantunya; sebagai imam bagi putrinya.

 Dalam bagian ini, kita bisa mengambil beberapa hikmah yaitu:

 1. Cinta adalah suatu keberanian

Cinta dan pemberani sangatlah dekat. Ibarat seorang ksatria dalam medan perang yang menggunakan sebilah pedang. Pedang adalah symbol keberanian seorang kesatria. Kau tunjukan keberaniaan melawan musuh. Kau acungkan pedang untuk menebas musuh. Maka engkaupun bisa memenangkanya atau akan mati syahid dalam jalan Illahi. Engkau masuk syurga firdaus; sebaik-baiknya syurga. Itulah cinta, kau harus berani untuk mendapkanya. Jikaupun kau gagal mendapatkanya niscaya ada pengganti yang lebih indah dari yang kau cinta. Ada sesuatu yang lebih baik dari yang kau inginkan yang telah Allah persiapkan untukmu. Begitulah cinta jika kau tak menjadi seorang pemberani maka jangan harap kau akan mendapatkan cintamu. Jangan habiskan waktumu hanya menjadi pengagum cinta tanpa suatu keberaniaan karena engkau sebenarnya hanya berkhayal. Keberaniaan cinta bukan hanya pada lelaki tetapi wanita juga. Tentu keberaniaan Khadijah meminta Muhammad Bin Abdullah menjadi suaminya adalah teladan bagi kita. Bahwa wanita juga boleh memberanikan diri. Dan sebagai seorang laki-laki tentu kita tidak boleh memandang sipit seakan tak pantas dilakukan oleh seorang wanita. Tidak.

 2. Cinta adalah Mempersilahkan bukan memaksakan

Cinta adalah mempersilahkan bukan memaksakan.  Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islam membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. Dan pada akhirnya lamaran terakhir Ali lah yang disambut dengan Ahlan Wa Sahlan; Selamat datang! Dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmah dari sahabat-sahabat Rasul yang begitu berani tetapi mereka juga begitu ikhlas melakukanya. Maka ketika niat baik mereka; lamaran mereka tertolak. Mereka mempersilahkan yang lainya untuk menjemputnya. Tak ada yang memaksakan perasaanya terhadap orang yang dicintainya. Bisa jadi itu (memaksakan) bukanlah sebuah cinta tetapi nafsu dalam diri. Maka jika kita mencintai maka beranikan diri menjemputnya akan tetapi ketika tertolak itu artinya mempersilahkan yang lainya. Itulah Cinta kau berani atau mempersilahkan yang lainya.

3. Cinta adalah sebuah keyakinan

Cinta adalah sebuah keyakinan. Dalam kegamangan hati kau tetap yakin. Dalam kebimbangan hati kau tetap yakin. Pun dalam kesakaun kau tetap yakin. Karena cinta bukan sekedar keberaniaan tetapi ia adalah keyakinan. Ia berani karena yakin. Seperti Fatimah yang sangat yakin orang yang ia cintai akan datang menjemputnya. Padahal dua sahabat Rosul terbaik telah memberanikan diri untuk menjemputnya, berlomba-lomba mendapatkan akad itu. Namun lihatlah seorang Fatimah dia yakin orang yang ia cintai dalam diam akan datang menjemputnya. Hingga setelah menikah ia berkata pada suaminya yang tercinta:

 “hai kekasihku tahukah kau? Sebelum ku menikah, ada seorang pemuda yang aku cintai” ucap Fatimah kepada suaminya; Ali Bin Abi Thalib. Yang ditanyapun penasaran dan penuh tanda Tanya.

 “Siapakah lelaki itu ya Fatimah” jawab Ali penuh tanda Tanya

 “laki-laki itu adalah kau” jawab Fatimah dengan penuh cinta.

 Begitulah Cinta ia memiliki nilai keyakinan. nilai keyakinan ini tentu juga beraslal dari suatu kecenderungan perasaan yang dimiliki oleh seseorang melalui istikharoh cinta kepada-Nya. Tentu kita ingat salah satu hadist berikut ini

 “APABILA datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

 Tetapi apa yang terjadi dengan Fatimah dengan sahabat-sahabat Rosul yang telah melamarnya? Semua laki-laki yang melamar Fatimah adalah orang-orang pilihan terbaik saat itu. Sahabat-sahabat yang tak diragukan lagi agama dan akhlaknya. Maka seorang akhwat atau wanita boleh-boleh saja menolak laki-laki yang datang melamarnya walaupun agamanya baik. Tentu Cinta tetaplah cinta. Di dalamnya ada perasaan kecenderungan hati. Di dalamnya ada kekaguman hati. Maka jika Fatimah lebih mencenderungkan hatinya kepada Ali. Itulah cinta; tak ada rumus yang pasti. Maka jika kita seorang laki-laki tertolak lamaranya, janganlah berkecil hati dan jangan pula mencaci wanita yang telah menolak kita karena kita merasa telah baik agamanya. Karena kita merasa  telah memiliki segalanya.

  4. Cinta adalah keikhlsanan

 Seringkali seorang yang cintanya tertolak mudah sekali untuk kecewa. Ia kecewa karena segala ikhtiar dan doanya selama ini tidak terjawab oleh Allah. Bahwa apa yang ia inginkan benar-benar tak terwujud. Janganlah tergesa-gesa kecewa karena pilihan Allah pasti yang terbaik.

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh; 216)

 Sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk diri kita. Hingga kekasih sebagai pasangan hidup pun Allah yang lebih mengetahui. Kadang teramat banyak pemuda yang terlalu yakin kemudian dia kecewa karena yang ia yakini ternyata tak seperti yang diharapkan. Maka sesungguhnya hanya keikhlasan sebagai jalan untuk menenangkan jiwa dari segala liku-liku cinta di dunia.

 Ada satu doa sebagi penguat keikhlasan kita dalam mencintai seseorang dengan penuh keihkhlasan. Doa yang diucapkan Rosulullah kepada Rabb-Nya. Sebuah doa yang patut kita teladani;

 “Ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)

 Dalam doa tersebut mengisyaratkan manakala kita mencintai sesuatu maka jadikan itu sebagai kekuatan agar bisa mendapatakan apa yang Allah cintai dan jika Allah menyingkirkan apa yang kita cintai maka jadikan itu sebagai kebebasan untuk senantiasa mencintai apa yang Allah cintai.

 Bukan karena mencintaimu aku menjadi merana. Bukan pula karena mengagumimu aku menjadi menderita. Tetapi saat ku artikan cinta adalah kebersamaan denganmu, itulah penderitaan cinta yang sesungguhnya. karena cinta adalah keberaniaan atau mempersilahkan. Ia bukanlah rangkaian kata kerja pemaksaan. Yaitu Pemaksaan kebersamaan denganmu.

Barakallahufiikum, semoga bermanfaat ^_^

11 Hal Yang Tidak Diketahui Seorang Anak Terhadap Orang tuanya

Hasil dari silaturahmi ke Blog-blog tetangga, ternyata banyak yang memposting tulisan ini, jadi saya ingin berbagi juga tentang hal-hal yang tidak kita ketahui tentang orang tua kita yang sangat kita sayangi. mudah-mudahan ini bermanfaat.

Kecurigaan dan kelakuan anak terhadap orang tua

1. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak di sayang
2. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
3. Anak selalu membingungkan harta warisan
4. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
5. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya
6. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
7. Anak selalu menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara
9. Anak selalu menganggap orang tua tidak punya belas kasihan saat anaknya di suruh bekerja keras dan bersusah payah dahulu
10. Anak selalu menganggap orangtua bisanya hanya marah dan marah lagi tiada habisnya
11. Anak selalu mengganggap bahwa orangtua sangat pelit dan tidak menyanyanginya ketika anak minta uang atau sesuatu tidak dikabulkan

Rahasia yang tidak diketahui oleh anak

1. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat
2. Orang tua tidak pernah memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda
3. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan
4. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
5. Anak tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
6. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek
9. Anak tidak mengerti bahwa sebagian orangtua memberi pelajaran hidup untuk bekerja keras dan bersenang-senang kemudian. Orang tua akan menyesal bila nantinya saat meninggal justru anaknya hidup kesusahan
10. Anak tidak pernah menyadari bahwa marah dan teguran orangtua adalah peringatan bahwa ada yang salah dalam hidup anaknya untuk tidak diulangi. Bila orang tua sudah tiada siapa lagi sanggup mengingatkan kesalahan anak selain orangtua.
11.Anak tidak menyadari sebenarnya orangtuanya menangis dalam hati ketika menolak keinginanan anak karena masalah keuangan atau keinginan anaknya itu bisa berseiko dan berbahaya untuk anak

Setelah membaca tulisan ini, segeralah anda meminta maaf kepada orang tua kalian. Dan jika anda ingin agar orang lain tau akan hal ini. Silahkan disebarkan kepada teman-teman melalui facebook, twitter, ataupun media sosial lainya.

Kado Untuk Yang Tercinta

Pernikahan Mbak Aisy dan Mas Yayan

Saat cinta yang kita cita-citakan terwujud, alangkah indahnya. Disambut dengan lengkungan senyuman dari sang kekasih yang dicinta. Merekah dari bibir ikhlas tak tergantikan. Menyambut dan disambut kata-kata cinta yang terucap. Merinding dan bergetarlah jiwa. Darahpun mengalir cepat membasahi setiap jiwa yang kering. Jiwa-jiwa yang merindukan kasih sayang dari sang kasih.

Ada yang cemburu. Melihat dua insan bersatu dalam satu akad. satu untuk selamanya. Perjanjian antara imam dan makmum yang akan menakodahi samudera kehidupan. Kehidupan yang tentunya banyak gelombang dan karang yang menghadang. Namun disinilah kita bisa Mencicipi nikmat berdua yang tak pernah dirasakan. Ah cinta alangkah indahnya.

Kau tau saat akad terucap. Malaikat itu tersenyum lebar. Menjadi saksi bukti cinta kalian karena Rabb-nya. tapi kau juga harus tau saat akad terucap bidadari dunia itu lemas tak bisa berbuat apa-apa. Mereka cemburu! Ya cemburu. Cemburu karena bukan dirinya yang terpilih menjadi makmum Sang Pangeran. Begitu pula para pengeran berkuda putih, mereka letih sejenak setelah tau wanita yang sholehah itu telah dimiliki oleh Sang Pangeran dari sebuah Negara Teknik. Itulah cinta. Kau berani atau mempersilahkan yang lain.

Sekarang kau tau. Ternyata kau adalah manusia pilihan yang mendapatkan kekasih yang terbaik. Maka bersyukurlah atas segala karunia ini. maka cintailah kekasihmu hingga ajal menjemput. Seperti penjagaan seorang Muhammad bin Abdullah kepada kekasihnya Khadijah. Hanya ajal yang memisahkan mereka. hanya kematian yang memisahkan raga mereka.

Tapi tenanglah kami adalah para pangeran dan cinderela yang berbahagia atas akad kalian. Barakallaufikum untuk mbak kami yang tersayang Syaja’atul ‘Aisyah, S.Hum dan Mas Yayan Satyawardana, ST. Mudah-mudahan menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah. Aamiin.

Dari Kami yang mencintai kalian^_^

Keluarga Besar Tarbiyah Fakultas Ilmu Budaya UNDIP

Dalam Kegamangan Hati; Istikharohlah!

Jiwa seringkali menggalaukan hati. Ketika kau terteguh dalam pilihanmu namun ada cinta lain yang menyapa dari arah yang tak disangka. Kau pun risau tak pernah terpikir dalam dunia akalmu. Maka manakala ada dua cinta yang tersapa dan menyapa maka hanya istikharoh cinta sebagai jalan keluar menuju tuntunan-Nya.

            Maka siapa yang akan menyangka ketika kita mendambakan cinta dari seseorang dalam diam. Ketika telah mempertahankan rasa dalam diam, kemudian ada cinta lain yang menyapamu? Ah tentu hati menjadi risau. Hati menjadi galau.

            Mencinai dan dicintai adalah fitrah manusia. Namun terlalu banyak anak adam yang terlalu disibukan dengan cinta. Ia memberikan yang terbaiknya kepada orang yang dicintainya. Namun kadang para anak adam ini tidak memperhatikan bahwasanya diluar sana ada bidadari-bidadari yang juga sedang memperhatikanya. Ada laki-laki yang terpesona dengan kesholehahanmu. Ada wanita-wanita yang jatuh cinta dengan kesholehanmu.

            Dalam cinta ada kagum yang menjadikan kita menjadi pemberani lantas kita yakin akan menjemputnya. Namun, saat kita telah yakin, saat kita akan melangkahkan kaki kepadanya. Tiba-tiba ada bidadari lain yang datang mendekatimu. Tiba tiba ada pangeran lain yang mengungkapakan dia telah siap menjadi seorang imam. Aku telah siap menjadi imammu, “Maukah kau menjadi teman sejatiku?” tentu jiwa kita kelu. Mana yang harus aku pilih?

            Itulah cinta, rumit! Tak ada rumus dalam cinta yang pasti. Tidak ada campuran kimia yang pasti. Tak ada pula komponen elektron yang paten. Karena kerumitan cinta itulah kita butuh campur tangan Tuhan! Maka hanya menyandarkan kepada Allah hati akan menjadi tenang. Karena sesuatu yang disandarkan kepada-Nya akan mengahadirkan ketenangan hati dan kelapangan jiwa.

            Bisa jadi Allah datangkan seseorang itu untuk menguji kecintaanmu kepada Rabb-mu. Yaitu adakah pengakuan darimu bahwa kita adalah makhluk yang lemah yang membutuhkan campur tangan Tuhan? Untuk mengukur seberapa besar kita melibatkan Allah dalam menentukan setiap pilihan-pilihan dalam hidup kita.

            Maka kesempurnaan cinta terletak pada kemantapan hati dari istikharoh cinta kita kepada-Nya.

Pengorbanan Seorang Ayah; Pernahkah Kita Merenunginya?

Ayah adalah sesosok laki-laki yang patut untuk dikagumi sifat, sikap, dan perbuatannya. Ayah memiliki tanggungjawab besar untuk keluarga dan kasih sayangnya tidak perlu diragukan karena setara dan mungkin lebih besar. Seperti kata orang, ibu memiliki kasih sayang yang besar pada anak karena ibu yang melahirkan dan mengasuh anak. Tapi, kasih sayang ayah -mungkin- jauh lebih besar. Fitrah ayah yang tak mampu seperti ibu yang dapat melahirkan, sehingga membuat kasih sayang ayah akan lebih besar dan dalam. Karena adakalanya ayah iri melihat anak-anak lebih dekat dengan ibunya. Oleh karena itu, semaksimal mungkin ayah akan memenuhi permintaan dan kebutuhan keluarga terutama untuk anak-anaknya. Kebahagiaan anggota keluarga dalah kebahagiaan dirinya. Itulah gambaran seorang ayah.

Sifat ayah pada dasarnya adalah mengayomi, bertanggungjawab dan berusaha membuat anggota keluarga senang dan bahagia. Pendidikan, pengetahuan dan pendapatan yang rendah tidak akan menghalangi munculnya sifat alami tersebut pada sosok ayah. Mungkin ayah pernah marah atau memukul anak-anaknya, tapi percayalah bahwa hal tersebut merupakan bentuk kasih sayangnya. Ayah berharap anak-anaknya menjadi seorang manusia yang tidak rapuh, tidak nakal/menyalahi aturan, kuat, bertanggungjawab, dan menjadi manusia yang mandiri dalam menjalani proses kehidupan yang panjang dan berliku. Proses tersebut membutuhkan banyak bekal diantaranya sifat-sifat yang diajarkan ayah sewaktu kecil dengan memarahi, memukul, atau memberi kasih sayang. Untuk menjalani kehidupan tidak akan semudah dalam bayangan seperti dalam dongeng/cerita peri, bim salabim langsung jadi. Semua pekerjaan dan pilihan hidup membutuhkan keyakinan dan usaha. Hal tersebutlah yang selalu diajarkan ayah pada anak-anaknya.

Ayah memiliki tanggungjawab yang besar dalam mendidik anak. Namun, selain itu beliau juga memiliki tanggungjawab untuk memberi nafkah pada keluarga. Seberapa capek dan keringat bercucuran beliau tetap bekerja. Walaupun tulang mulai merapuh, kulit mengeriput, nafas tidak lagi kuat beliau tetap berjalan tegak mencari nafkah untuk keluarga.

    @@@@@

Waktu itu tanggal 29/12/2011 kakak perempuan ayah menikahkan anaknya dan ‘nanggap ketoprak’, salah satu pertunjukan kesenian Jawa. Tapi, ayah tetap pergi mencari nafkah ke laut. Mungkin waktu itu beliau melalui sebuah proses yang panjang untuk berfikir, harus memilih mendatangi hajatan atau pergi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan. waktu itu saya pasti sangat bingung mau memilih yang mana jika saya berperan sebagai seorang imam keluarga. Tapi, ayah dengan tenang memilih hal tersebut. Walaupun ibu menyuruh untuk tidak usah pergi ke laut dan mendatangi acara hajatan, tapi beliau ‘kekeh’ dengan keputusan tersebut. Dia tetap melaut! Sungguh besar pengorbanan dan tanggungjawab beliau untuk keluarga. Beliau pergi dengan harapan mencari nafkah untuk kebutuhan, cukup ataupun tidak yang penting berusaha dulu daripada hutang. Saya sebagai seorang anak terharu dan bahagia. Karena hari itu saya merasakan perjuangan seorang ayah. Saat beliau melihat kekurangan dalam hal keuangan, beliau berusaha mencukupi kebutuhan keluarga bagaimanapun keadaannya dan pergi meninggalkan keluarga untuk mencari nafkah. Meskipun pada akhirnya saya tahu bahwa mendatangi sebuah undangan pernikahan adalah wajib sebagai seorang muslim. Tapi saya melihat sebuah perjuangan dan kerelaan seorang Ayah demi keluarga yang dicintainya.

Doaku pada ALLAH

    Ya, Allah berikan kebahagiaan dan ketentraman pada ayah hamba.
    Saya memohon engkau memberikan rezeki yang halal dan barokah lagi cukup.
    Sudah berapa banyak peluh yang telah ayah cucurkan,
    tapi beliau tidak pernah mengeluh.
    Walaupun sudah memasuki usia di atas 50,
    beliau tidak pernah menyerah untuk bekerja dan mencari nafkah,
    semata-mata untuk beribadah kepada Engkau ya ALLAH.
    Hambamu berdoa semoga engkau (ALLAH SWT) memberikan jalan yang benar, lurus kepada ayah dan ibu hamba. Ampuni dosa-dosanya, dan berikan hidayah pada keduanya bila mereka dalam keadaan yang miring. Izinkan orang tua saya berjalan lurus dan beribadah
    sesuai dengan akidah dan syariat-Mu. Bimbinglah kedua orang tua hamba ke jalan engkau ridhoi dan jadikanlah keduanya orang-orang yang akan masuk surga.
    Amin ya Rabbal Alamin….

Di Kirim Oleh Dewi Mulad Sari
Bagi teman-teman yang juga ingin berbagi tulisan silahkan bisa dikirim ke Awankucerah@gmail.com