Aku Mencintaimu Karena Allah, Benarkah?

Mencintai karena Allah, Benarkah?

Tak bosan-bosanya saya membahas tema cinta. Selain banyak pelakunya tentu banyak juga korbanya karena ketidakpahamanya. Baiklah pasti teman-teman sering mendengar kalimat aku mencintaimu karena ALLAH. Betul? Benarkah kita mencintai karena Allah? Mari kita bahas sebenarnya apakah kita benar-benar mencintai karena Allah? Jangan-jangan kita berkata mencintai karena Allah tetapi sebenarnya tidak. Seperti yang dilakukan oleh Delisa kecil dalam Novel Hafalan Shalat Delisa yang mengatakan kepada uminya, “Umi, Delisa cinta umi karena Allah” padahal ia mengatakan itu karena ingin diberi cokelat oleh guru ngajinya.

Mencintai karena Allah berarti kita mencintai seseorang karena berlandaskan Allah. Karena kita berlandaskan kepada Allah maka kita mencintai apa yang diperintahkan oleh Allah kepada kita. Jika cinta kita karena Allah, hanya ingin mendapatkan Ridhlo-Nya maka Allahpun akan mencintai kita

“Sesungguhnya Allah SWT pada hari kiamat berfirman : “Dimanakah orang yang cinta mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini Aku akan menaungi dengan menunggu-Ku dihari yang tiada naungan melainkan naungan-Ku” (H.R. Muslim)

Dalam sebuah hadist qudsi juga disebutkan;

Allah swt berfirman, “pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang cinta mencintai karena Aku, saling kunjung mengunjungi karena Aku dan saling memberi karena Aku”

Dalam kesempatan ini, pembahasan cinta difokuskan terhadap lawan jenis yang belum halal (belum kita nikahi ^_^)

Adapun beberapa ciri-ciri cinta karena Allah:

  1. Memilih mencintai seseorang karena Allah berarti ia memilih karena Allah, yaitu pilihlah agamanya.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Jika datang melamar kepadamu orang yang engkau ridho agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dengannya, jika kamu tidak menerimanya, niscaya akan terjadi fitnah di bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, hasan)

Mungkin ada yang menyeletuk, Fatimah binti Muhammad, putri jelita Rasulullah pernah menolak lamaran sahabat-sahabat terbaik Rasulullah. Dia pernah menolak laki-laki yang baik agamanya. Bahkan tak hanya baik tapi sangat baik agama dan akhlaknya. Ya tentu kita boleh-boleh saja menolak. Pertanyaanya adalah apakah kita sudah sesholehah Fatimah Binti Muhammad yang pemahaman agamanya dan kesholehahnya langsung dibina oleh Rasulullah?  Tentu hadist tersebut dikelurkan oleh Rasulullah agar bisa menjadi pedoman bagi kita untuk memilih seseorang karena agamanya.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)

  1. Mencintai tak harus memiliki

Jika kita mencintai kemudian orang yang kita cintai ternyata tak membalas cinta kita apakah kita tidak akan menikah karena hanya ingin mencintai dirinya? Sungguh tentu tidak bukan? Karena kita mencintai dan kemudian menikahi karena ingin MENJAGA KEHORMATAN kita, betul? Jika Allah menjauhkan seseorang yang kita cintai, itu berarti Allah sedang mendekatkan kita kepada seseorang yang pantas kita cintai menurut-Nya. Maka janganlah kita bersedih .

La Takhaf Wa La Tahzan. Innallaha Ma’ana “Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati. Sesungguhnya Allah ada bersama kita”

“Tiga golongan yang Allah pasti akan menolong mereka: budak yang hendak menebus dirinya, seorang yang menikah dengan tujuan menjaga kehormatanya dari perkara-perkara yang diharamkan, dan seorang yang berjihad di jalan Allah.” (HR. An-Nasa’i)

 Bagaimana jika ternyata wanita yang kita cintai meninggal apakah kita juga harus ikut meninggal bunuh diri seperti dalam kisah Romeo dan Juliet? Tentu tidak! Kita mencintai dengan cara yang Allah cinta juga. Bunuh diri bukankah sangat dilarang oleh agama? Tidak mungkin jika kita mencintai karena Allah tetapi kita sendiri melanggar ketentuan-ketentuan Allah.

Inilah doa Rosulullah saat ditinggal istrinya yang paling ia cintai untuk selamanya didunia ini; Khadijah.

“Ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)

Lihatlah dalam doa kalimat terakhir diatas yang berbunyi “Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untukku dalam segala hal yang Engkau cintai”. Arti dari doa tersebut adalah apa yang kita cintai mudah-mudahan menjadi kekuatan kita untuk mencintai hal lain yang Allah cintai dan ketika sesuatu yang kita cintai ternyata diambil oleh Allah maka jadikan hal tersebut menjadi kebebasan kita untuk mencintai hal-hal (sesorang atau sesuatu) lain yang juga Allah cintai. Jika seseorang yang kita cintai diambil oleh Allah maka jadikan ini sebagai kebebasan kita untuk mencintai seseorang lain yang lebih sholeh atau shoehah.

  1. Mencintai karena Allah berarti menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya.

1)     Tidak bersentuhan

Dari Ma’qil bin Yasar RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “ Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR Thabrani dalam Mu’jam Kabir). Dari Aisyah berkata: “Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat.” (HR. Bukhari 4891)

2)     Tidak berdua-duan

Barangsiapa yang bermain pada Allah dan hari akhir maka hendaknya tidak berkhalwat (berdua-duan) dengan perempuan bukan mahram karena pihak ketiga adalah setan. (HR. Ahmad)

3)     Tidak berzina (mendekati zina saja jangan)

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Q. S. Al Isra 32)

 

 

jika cintaku padamu karena nafsu,

maka campakkan aku dengan kata-kata terpahit  yang bisa kau ucapkan.

 

jika cintaku padamu menjauhkanku dari Allah,

maka hinakan aku dengan hinaan yang paling hina yang bisa kau lontarkan.

 

jika cintaku padamu , meninggalkan agamamu

maka tutuplah hatimu serapat mungkin.

 

 Namun.

 

Jika cintaku karena Allah,

Jika cintaku sebagai wujud pengabdianku pada Allah,

Jika cintaku untuk menjaga kehormatanku,

Jika cintaku karena ingin membawamu pada kedekatan dengan Allah,

Jika cintaku karena ingin menjadikan dirimu sebagai ibu bagi anak-anakku,

 

Jangan kau palingkan wajahmu,

Jangan kau tutupkan hatimu,

Jangan kau campakkan diriku,

Jangan kau sia-siakan aku,

Sesungguhnya Aku Mencintaimu Karena Allah.

 

Itulah beberapa hal yang mungkin perlu kita perhatikan jika kita meamang mencintai karena Allah. Karena Cinta bukan hanya sekedar kata, bukan hanya pertautan hati dan bukan hanya hasrat luapan jiwa (PADI). Kata Anis Matta Jika cinta kita karena Allah, maka cinta yang lain hanyalah bentuk pengejawantahan cinta kita kepada-Nya. mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat khususnya bagi saya pribadi dan bagi teman-teman yang sudah mau berkenan membaca. Terakhir semoga kita mencintai karena Allah. Aamiin.

 

Barakallahufiikum,  Semoga bermanfaat. Banyak senyum dan cinta ^_^

Semarang, 8 Juli 2012

Wisma As-Sabab di keheningan sepertiga malam

03.00 WIB

                                                                                                                         

Iklan

Mengeja C-I-N-T-A

Saat cinta itu terpandang dari balik bukit yang jauh maka kau tetap mengenalnya dan bergetarlah sudut-sudut hatimu. Saat ia datang melangkah mendekatimu maka kau mempersiapkan segalanya untuk menyambut yang kau cinta. Seperti cintaku padamu pun seperti itu, saat jiwaku tau kau telah datang mendekat maka aku mempersiapkan segalanya untuk menyambutmu. Itulah cinta, kau sambut dengan sebaik-baiknya sebelum ia datang kepadamu. Maka siapkan segala kesholehanmu untuk bisa bersamanya.

Cintaku padamu seperti sepasang merpati yang hidup penuh bahagia. Sejauh apapun aku terbang, aku akan berusaha kembali menemuimu. Saat aku jauh darimu itulah penderitaanku, dimana ujian keimanan menjadi taruhan. Di mana kemaksiataan menjadi perlawanan. Saat jiwaku bersamamu aku merasa tenang, aku merasa bahagia. Inilah waktu-waktu terbaik dalam hidupku; ialah kebersamaan bersamamu. Tapi, saat kau jauh dariku hidupku SUNGGUH kering tak berarti. Aku tak mendapatakan sentuhanmu, aku tak mendapatkan bimbinganmu. Ternyata aku begitu lemah tanpamu. Itulah cinta, keujian cinta datang saat kita jauh dari yang kita cinta dan keindahan cinta datang saat bersama dengan yang kita cinta.

Aku Mencintaimu karena Allah. Aku mencintaimu karena memang Tuhan menyuruhku agar mencintaimu. Jika tidak sungguh aku menjadi orang yang paling merugi di dunia ini. Bagaimana tidak? kau berbeda dengan yang lainya. Dalam kegelapan jiwa kaulah penerang dalam hidupku. Dalam kemiskinan amal kaulah pemerkaya amalku. Bahkan saat ku bertumpah dosa kaulah penunjuk ampunan, meskipun Tuhanlah yang Maha Pengampun. Namun kau tetaplah terletak di bukit tinggi di hati ini. Maka kesempurnaan cintamu tak ada yang sanggup aku balas semuanya. Hanya seutus tali ikhtiarku menjadi yang terbaik agar kau tak kecewa bertemu denganku.

Kau adalah perisai dalam hidupku. Tanpamu aku akan menjadi sia-sia. Maka izinkan aku mengeja arti cinta tentangmu. Yaitu mengeja arti cinta dalam keistimewaanmu.

CERITA TENTANGMU TAK AKAN PERNAH USAI HINGGA MENTARI PADAM. TAK AKAN PERNAH BOSAN KUCERITAKAN TENTANG KEISTIMEWAANMU. KAU ADALAH SEMPURNA BAGIKU.

INDAH PERMATA DI HAMPARAN LAUT DAN NAJMA DI LANGIT TAK AKAN BISA MENGALAHKAN KEINDAHANMU YANG BEGITU MULIA

NILAI DALAM DIRIMU ADALAH SAAT KAU MAU BERBAGI DENGAN SEMUA MAKHLUK-NYA TANPA TERKECUALI

TANPAMU AKU TAK MENDAPATKAN PERTOLONGAN MAAF DARI TUHAN-MU, MAKA TETAPLAH MENEMANIKU HINGGA AKU SIAP TERPANGGIL OLEH TUHANKU

AKHIR CERITA DI SURGA ADALAH IMPIANKU KARENAMU

Aku tak ingin cintaku padamu seperti perjuangan sebuah roda belakang yang mengejar roda di depanya. Ia tak pernah bisa menemuinya selambat ataupun secepat apapun perjuanganya. Cintaku padamu adalah seperti pagi dan embun. Dimana embun selalu menemani pagi walaupun hanya sesaat tapi ku yakin embun selalu datang menemani pagi, ia tak pernah berdusta sedikitpun.

Selamat datang yang tercinta, Ahlan Wa Sahlan yang kucinta; Marhaban Ya Ramadhan. Semoga aku bisa memelukmu erat dan melepaskan segala kelelahan hati dan kesalahan jiwa.

Umi dan Abiku Jadi

(Klik tanda play di atas)

Hampir saja Umi tak dicintai Abiku

Andai dulu Umi tak memakai jilbabnya

Hampir saja Abi tak terpikat Umiku

Kalau saja dulu Umi tak baik akhlaknya

Umi dan Abiku berdua saling cinta

Mengajarkan aku baca al-Qur`an mulia

Ku s’makin bersyukur kar’na Umi dan Abi

Menjanjikan akan memberiku adik baru

Reff:

Saat Umi dan Abi berdua saling memandang

Dapat kubaca jelas ada rona bahagia

Kupandang satu-satu wajah Umi dan Abi

Terpancar cahaya Surga dari kedua matanya

Cinta adalah Keberanian atau Mempersilahkan

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian atau pengorbanan (Salim A Fillah).

Sederet tulisan cinta yang ditulis oleh Salim A Fillah, hanya inilah yang masih saya ingat betul. Dalam bagian ini beliau menjelaskan tentang cinta dalam perspektif keberanian atau mempersilahkan orang lain. Cinta tidak pernah meminta untuk menanti apalagi memaksa. Begitulah sekiranya yang diceritakan dalam buku Jalan Cinta Para Pejuang. Cerita bagaimana para sahabat terbaik Rasulullah satu persatu melamar putrinya yang jelita, Fatimah. Namun pada akhirnya Ali Bin Abi Thalib yang terpilih sebagai menantunya; sebagai imam bagi putrinya.

 Dalam bagian ini, kita bisa mengambil beberapa hikmah yaitu:

 1. Cinta adalah suatu keberanian

Cinta dan pemberani sangatlah dekat. Ibarat seorang ksatria dalam medan perang yang menggunakan sebilah pedang. Pedang adalah symbol keberanian seorang kesatria. Kau tunjukan keberaniaan melawan musuh. Kau acungkan pedang untuk menebas musuh. Maka engkaupun bisa memenangkanya atau akan mati syahid dalam jalan Illahi. Engkau masuk syurga firdaus; sebaik-baiknya syurga. Itulah cinta, kau harus berani untuk mendapkanya. Jikaupun kau gagal mendapatkanya niscaya ada pengganti yang lebih indah dari yang kau cinta. Ada sesuatu yang lebih baik dari yang kau inginkan yang telah Allah persiapkan untukmu. Begitulah cinta jika kau tak menjadi seorang pemberani maka jangan harap kau akan mendapatkan cintamu. Jangan habiskan waktumu hanya menjadi pengagum cinta tanpa suatu keberaniaan karena engkau sebenarnya hanya berkhayal. Keberaniaan cinta bukan hanya pada lelaki tetapi wanita juga. Tentu keberaniaan Khadijah meminta Muhammad Bin Abdullah menjadi suaminya adalah teladan bagi kita. Bahwa wanita juga boleh memberanikan diri. Dan sebagai seorang laki-laki tentu kita tidak boleh memandang sipit seakan tak pantas dilakukan oleh seorang wanita. Tidak.

 2. Cinta adalah Mempersilahkan bukan memaksakan

Cinta adalah mempersilahkan bukan memaksakan.  Setelah Abu Bakar mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islam membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah. Dan pada akhirnya lamaran terakhir Ali lah yang disambut dengan Ahlan Wa Sahlan; Selamat datang! Dari cerita di atas kita bisa mengambil hikmah dari sahabat-sahabat Rasul yang begitu berani tetapi mereka juga begitu ikhlas melakukanya. Maka ketika niat baik mereka; lamaran mereka tertolak. Mereka mempersilahkan yang lainya untuk menjemputnya. Tak ada yang memaksakan perasaanya terhadap orang yang dicintainya. Bisa jadi itu (memaksakan) bukanlah sebuah cinta tetapi nafsu dalam diri. Maka jika kita mencintai maka beranikan diri menjemputnya akan tetapi ketika tertolak itu artinya mempersilahkan yang lainya. Itulah Cinta kau berani atau mempersilahkan yang lainya.

3. Cinta adalah sebuah keyakinan

Cinta adalah sebuah keyakinan. Dalam kegamangan hati kau tetap yakin. Dalam kebimbangan hati kau tetap yakin. Pun dalam kesakaun kau tetap yakin. Karena cinta bukan sekedar keberaniaan tetapi ia adalah keyakinan. Ia berani karena yakin. Seperti Fatimah yang sangat yakin orang yang ia cintai akan datang menjemputnya. Padahal dua sahabat Rosul terbaik telah memberanikan diri untuk menjemputnya, berlomba-lomba mendapatkan akad itu. Namun lihatlah seorang Fatimah dia yakin orang yang ia cintai dalam diam akan datang menjemputnya. Hingga setelah menikah ia berkata pada suaminya yang tercinta:

 “hai kekasihku tahukah kau? Sebelum ku menikah, ada seorang pemuda yang aku cintai” ucap Fatimah kepada suaminya; Ali Bin Abi Thalib. Yang ditanyapun penasaran dan penuh tanda Tanya.

 “Siapakah lelaki itu ya Fatimah” jawab Ali penuh tanda Tanya

 “laki-laki itu adalah kau” jawab Fatimah dengan penuh cinta.

 Begitulah Cinta ia memiliki nilai keyakinan. nilai keyakinan ini tentu juga beraslal dari suatu kecenderungan perasaan yang dimiliki oleh seseorang melalui istikharoh cinta kepada-Nya. Tentu kita ingat salah satu hadist berikut ini

 “APABILA datang laki-laki (untuk meminang) yang kamu ridhoi agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah dia, dan bila tidak kamu lakukan akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang meluas.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

 Tetapi apa yang terjadi dengan Fatimah dengan sahabat-sahabat Rosul yang telah melamarnya? Semua laki-laki yang melamar Fatimah adalah orang-orang pilihan terbaik saat itu. Sahabat-sahabat yang tak diragukan lagi agama dan akhlaknya. Maka seorang akhwat atau wanita boleh-boleh saja menolak laki-laki yang datang melamarnya walaupun agamanya baik. Tentu Cinta tetaplah cinta. Di dalamnya ada perasaan kecenderungan hati. Di dalamnya ada kekaguman hati. Maka jika Fatimah lebih mencenderungkan hatinya kepada Ali. Itulah cinta; tak ada rumus yang pasti. Maka jika kita seorang laki-laki tertolak lamaranya, janganlah berkecil hati dan jangan pula mencaci wanita yang telah menolak kita karena kita merasa telah baik agamanya. Karena kita merasa  telah memiliki segalanya.

  4. Cinta adalah keikhlsanan

 Seringkali seorang yang cintanya tertolak mudah sekali untuk kecewa. Ia kecewa karena segala ikhtiar dan doanya selama ini tidak terjawab oleh Allah. Bahwa apa yang ia inginkan benar-benar tak terwujud. Janganlah tergesa-gesa kecewa karena pilihan Allah pasti yang terbaik.

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Q.S. Al-Baqoroh; 216)

 Sesungguhnya Allah lebih mengetahui yang terbaik untuk diri kita. Hingga kekasih sebagai pasangan hidup pun Allah yang lebih mengetahui. Kadang teramat banyak pemuda yang terlalu yakin kemudian dia kecewa karena yang ia yakini ternyata tak seperti yang diharapkan. Maka sesungguhnya hanya keikhlasan sebagai jalan untuk menenangkan jiwa dari segala liku-liku cinta di dunia.

 Ada satu doa sebagi penguat keikhlasan kita dalam mencintai seseorang dengan penuh keihkhlasan. Doa yang diucapkan Rosulullah kepada Rabb-Nya. Sebuah doa yang patut kita teladani;

 “Ya Allah, berilah aku rezeki cinta Mu dan cinta orang yang bermanfaat buat ku cintanya di sisi Mu. Ya Allah segala yang Engkau rezekikan untukku di antara yang aku cintai, jadikanlah itu sebagai kekuatanku untuk mendapatkan yang Engkau cintai. Ya Allah, apa yang Engkau singkirkan di antara sesuatu yang aku cintai, jadikan itu kebebasan untuku dalam segala hal yang Engkau cintai.” (HR. Al-Tirmidi)

 Dalam doa tersebut mengisyaratkan manakala kita mencintai sesuatu maka jadikan itu sebagai kekuatan agar bisa mendapatakan apa yang Allah cintai dan jika Allah menyingkirkan apa yang kita cintai maka jadikan itu sebagai kebebasan untuk senantiasa mencintai apa yang Allah cintai.

 Bukan karena mencintaimu aku menjadi merana. Bukan pula karena mengagumimu aku menjadi menderita. Tetapi saat ku artikan cinta adalah kebersamaan denganmu, itulah penderitaan cinta yang sesungguhnya. karena cinta adalah keberaniaan atau mempersilahkan. Ia bukanlah rangkaian kata kerja pemaksaan. Yaitu Pemaksaan kebersamaan denganmu.

Barakallahufiikum, semoga bermanfaat ^_^

Mbok Yao Shalat Hajat Nang; Ben Dikabulna Gusti Allah

Hidup ini berisi tentang harapan-harapan atau keinginan-keinginan yang kita idamkan. Namun, banyak dari kita yang lupa bahwa agar apa yang menjadi hajat kita atau kebutuhan kita terpenuhi, seharusnya kita menghadirkan Allah ditengah-tengah ikhtiar kita. Tentu saat ini kita memiliki hajat yang ingin segera terpenuhi bukan? dari hasil blogging saya menyimpulkan bagaimana cara shalat hajat berikut ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Agar hajat dikabulkan Allah, banyak cara yang dilakukan diantaranya adalah berdoa dan shalat. Shalat Hajat merupakan cara yang lebih spesifik untuk memohon kepada Allah agar dikabulkan segala hajat, karena arti shalat secara bahasa adalah doa. Sebagaiman firman Allah:”Dan mintalah pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat” ( Al Baqarah : 45 ).

Shalat hajat tidak mempunyai waktu tertentu, asal pada waktu yang tidak dilarang, misalnya setelah shalat Ashar atau setelah shalat Shubuh.Shalat hajat dilaksanakan dengan Munfarid (tidak berjamaah) minimal dua rokaat dan maksimal duabelas rakaat.Jika dilaksanakan pada malam hari maka setiap dua rakaat sekali salam dan jika dilaksanakan pada siang hari maka boleh empat rakaat dengan sekali salam dan seterusnya.Sabda Nabi saw:”Siapa yang berwudhu dan sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat (Shalat Hajat) dan sempurna rakaatnya maka Allah berikan apa yang ia pinta cepat atau lambat” ( HR.Ahmad ).

Niat shalat Hajat didalam hati

“Aku niat shalat sunah hajat karena Allah”

Membaca doa Iftitah

Membaca surat al Fatihah

Membaca salah satu surat didalam al quran.Afadhalnya, rokaat pertama membaca surat al Ikhlas dan rakaat kedua membaca ayat kursi (surat al Baqarah:255).

Ruku’ sambil membaca Tasbih tiga kali

I’tidal sambil membaca bacaannya

Sujud yang pertama sambil membaca Tasbih tiga kali

Duduk antara dua sujud sambil membaca bacaannya.

Sujud yang kedua sambil membaca Tasbih tiga kali.

Setelah rakaat pertama selesai, lakukan rakaat kedua sebagaimana cara diatas, kemudian Tasyahhud akhir setelah selesai maka membaca salam dua kali.Jika dilaksakan empat rakaat dengan satu salam maka setelah dua rakaat langsung berdiri tanpa memakai Tasyahhud awal, kemudian lanjutkan rokaat ke tiga dan ke empat, lalu Tasyhhud akhir setelah selesai membaca salam dua kali.

Setelah selesai shalat Hajat bacalah zikir yang mudah dan berdoa sampaikan hajat yang kita inginkan kemudian mohon petunjuk kepada Allah agar tecapai segala hajatnya.

Demikianlah shalat sunah hajat, jika kita punya hajat, yuk segera kita dirikan shalat sunah ini yang Insya Allah, Allah akan mengabulkannya, SemangKA, Semangat Karena Allah.

11 Hal Yang Tidak Diketahui Seorang Anak Terhadap Orang tuanya

Hasil dari silaturahmi ke Blog-blog tetangga, ternyata banyak yang memposting tulisan ini, jadi saya ingin berbagi juga tentang hal-hal yang tidak kita ketahui tentang orang tua kita yang sangat kita sayangi. mudah-mudahan ini bermanfaat.

Kecurigaan dan kelakuan anak terhadap orang tua

1. Anak selalu merasa bahwa dirinya tidak di sayang
2. Anak selalu memperhitungkan segala sesuatu yang telah ia lakukan untuk orang tuanya
3. Anak selalu membingungkan harta warisan
4. Anak selalu berfikir orang tuanya pilih kasih terhadap saudaranya
5. Anak selalu merasa terkekang oleh orang tuanya
6. Anak selalu merasa lebih pintar dan membantah nasihat orang tuanya
7. Anak selalu menganggap remeh sesuatu pekerjaan yang telah diberikan
8. Anak selalu membentak orang tuanya saat berbicara
9. Anak selalu menganggap orang tua tidak punya belas kasihan saat anaknya di suruh bekerja keras dan bersusah payah dahulu
10. Anak selalu menganggap orangtua bisanya hanya marah dan marah lagi tiada habisnya
11. Anak selalu mengganggap bahwa orangtua sangat pelit dan tidak menyanyanginya ketika anak minta uang atau sesuatu tidak dikabulkan

Rahasia yang tidak diketahui oleh anak

1. Anak tidak mengerti bahwa di setiap doa dan harapan orang tua nama anak selalu di ingat
2. Orang tua tidak pernah memberitahukan mengenai pengorbanannya selama melahirkan anda
3. Orang tua telah mempersiapkan harta warisan untuk anaknya, hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menyerahkan
4. Anak tidak mengerti jika dibalik sepengetahuannya orang tuanya selalu memuji anak di depan saudaranya
5. Anak tidak mengerti bahwa semua yang di lakukan orang tuanya hanya untuk kebaikan masa depan anak
6. Anak tidak mengerti bahwa orang tuanya telah menjalani kehidupan yang lebih keras dibanding anak
7. Orang tua tidak rela melihat anaknya hidup bersusah – susah di tempat orang lain.
8. Anak tidak mengerti setiap kali ia membentak, hati orang tua akan bergetar dan menyebabkan umurnya lebih pendek
9. Anak tidak mengerti bahwa sebagian orangtua memberi pelajaran hidup untuk bekerja keras dan bersenang-senang kemudian. Orang tua akan menyesal bila nantinya saat meninggal justru anaknya hidup kesusahan
10. Anak tidak pernah menyadari bahwa marah dan teguran orangtua adalah peringatan bahwa ada yang salah dalam hidup anaknya untuk tidak diulangi. Bila orang tua sudah tiada siapa lagi sanggup mengingatkan kesalahan anak selain orangtua.
11.Anak tidak menyadari sebenarnya orangtuanya menangis dalam hati ketika menolak keinginanan anak karena masalah keuangan atau keinginan anaknya itu bisa berseiko dan berbahaya untuk anak

Setelah membaca tulisan ini, segeralah anda meminta maaf kepada orang tua kalian. Dan jika anda ingin agar orang lain tau akan hal ini. Silahkan disebarkan kepada teman-teman melalui facebook, twitter, ataupun media sosial lainya.