Mengeja C-I-N-T-A

Saat cinta itu terpandang dari balik bukit yang jauh maka kau tetap mengenalnya dan bergetarlah sudut-sudut hatimu. Saat ia datang melangkah mendekatimu maka kau mempersiapkan segalanya untuk menyambut yang kau cinta. Seperti cintaku padamu pun seperti itu, saat jiwaku tau kau telah datang mendekat maka aku mempersiapkan segalanya untuk menyambutmu. Itulah cinta, kau sambut dengan sebaik-baiknya sebelum ia datang kepadamu. Maka siapkan segala kesholehanmu untuk bisa bersamanya.

Cintaku padamu seperti sepasang merpati yang hidup penuh bahagia. Sejauh apapun aku terbang, aku akan berusaha kembali menemuimu. Saat aku jauh darimu itulah penderitaanku, dimana ujian keimanan menjadi taruhan. Di mana kemaksiataan menjadi perlawanan. Saat jiwaku bersamamu aku merasa tenang, aku merasa bahagia. Inilah waktu-waktu terbaik dalam hidupku; ialah kebersamaan bersamamu. Tapi, saat kau jauh dariku hidupku SUNGGUH kering tak berarti. Aku tak mendapatakan sentuhanmu, aku tak mendapatkan bimbinganmu. Ternyata aku begitu lemah tanpamu. Itulah cinta, keujian cinta datang saat kita jauh dari yang kita cinta dan keindahan cinta datang saat bersama dengan yang kita cinta.

Aku Mencintaimu karena Allah. Aku mencintaimu karena memang Tuhan menyuruhku agar mencintaimu. Jika tidak sungguh aku menjadi orang yang paling merugi di dunia ini. Bagaimana tidak? kau berbeda dengan yang lainya. Dalam kegelapan jiwa kaulah penerang dalam hidupku. Dalam kemiskinan amal kaulah pemerkaya amalku. Bahkan saat ku bertumpah dosa kaulah penunjuk ampunan, meskipun Tuhanlah yang Maha Pengampun. Namun kau tetaplah terletak di bukit tinggi di hati ini. Maka kesempurnaan cintamu tak ada yang sanggup aku balas semuanya. Hanya seutus tali ikhtiarku menjadi yang terbaik agar kau tak kecewa bertemu denganku.

Kau adalah perisai dalam hidupku. Tanpamu aku akan menjadi sia-sia. Maka izinkan aku mengeja arti cinta tentangmu. Yaitu mengeja arti cinta dalam keistimewaanmu.

CERITA TENTANGMU TAK AKAN PERNAH USAI HINGGA MENTARI PADAM. TAK AKAN PERNAH BOSAN KUCERITAKAN TENTANG KEISTIMEWAANMU. KAU ADALAH SEMPURNA BAGIKU.

INDAH PERMATA DI HAMPARAN LAUT DAN NAJMA DI LANGIT TAK AKAN BISA MENGALAHKAN KEINDAHANMU YANG BEGITU MULIA

NILAI DALAM DIRIMU ADALAH SAAT KAU MAU BERBAGI DENGAN SEMUA MAKHLUK-NYA TANPA TERKECUALI

TANPAMU AKU TAK MENDAPATKAN PERTOLONGAN MAAF DARI TUHAN-MU, MAKA TETAPLAH MENEMANIKU HINGGA AKU SIAP TERPANGGIL OLEH TUHANKU

AKHIR CERITA DI SURGA ADALAH IMPIANKU KARENAMU

Aku tak ingin cintaku padamu seperti perjuangan sebuah roda belakang yang mengejar roda di depanya. Ia tak pernah bisa menemuinya selambat ataupun secepat apapun perjuanganya. Cintaku padamu adalah seperti pagi dan embun. Dimana embun selalu menemani pagi walaupun hanya sesaat tapi ku yakin embun selalu datang menemani pagi, ia tak pernah berdusta sedikitpun.

Selamat datang yang tercinta, Ahlan Wa Sahlan yang kucinta; Marhaban Ya Ramadhan. Semoga aku bisa memelukmu erat dan melepaskan segala kelelahan hati dan kesalahan jiwa.

8 thoughts on “Mengeja C-I-N-T-A

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s