Surat Cinta Untuk Kekasihku, Calon Makmumku

Teruntuk calon istriku, aku tahu jika namamu tertulis di lauhul Mahfudz untuk menemani diriku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita. Walaupun Mungkin saat ini, bahkan, kita belum bertemu sama sekali. Aku tahu kau tak mungkin mencari diriku. Karena sesungguhnya tugasmu memang bukan mencari diriku. Tetapi tugasmu ialah mensholehahkan dirimu ya kasihku. Mensholehahkan ibadahmu ya kasihku. Aku tau mungkin saat ini banyak laki-laki sholeh mendekatimu. Mendekati hatimu untuk mendapatkan akad itu. Namun sungguh aku yakin kau akan tetap menungguku, karena memang telah Allah kirimkan kau untuk diriku. Tentu kau tahu kisah Fatimah yang dilamar sahabat-sahabat Rosul yang terbaik itu tetapi Fatimah memilih kasihnya yang telah Allah tetapkan; Ali Bin Abi Tholib. Maka akupun yakin engkaupun sama.

Wahai seseorang yang akan menerima kelah kesuhku, makmumku, dan ibu dari anak-anaku, engkau yang akan menemani setiap langkah kehidupanku, saat ini mungkin perasaan kita sama. Perasaan kita sama diliputi kegundahan untuk segera bersama. Maafkan aku wahai bidadari dunia dan surgaku, saat ini aku masih memperbaiki diriku, aku belum berani menjemputmu ya kasihku, aku masih memantapkan diriku untuk menjadi imam bagi tulang rusukmu. Menjadi Ayah bagi anak-anakmu. Menjadi segalanya untuk keluarga kita kelak. Aku percaya saat ini kau sedang mensholehahkan dirimu. Memperbanyak hafalan Al-Quranmu, menghamparkan sajadahmu, melekatkan keningmu kepada-Nya. Teruslah mendoakanku ya kasihku agar aku segera memantapkan hatiku untuk menjemputmu. Agar Allah mempermudah jalanku untuk melamarmu dan menikahimu.

Kasihku, Calon istriku yang telah Allah pilih sebagai pendamping hidupku, Jika kau telah menjadi istriku kelak, izinkan aku mencintaimu dengan segenap cinta yang ada dalam hati ini. Mencintaimu agar engkau dan aku serta anak-anak kita semakin cinta kepada-Nya. Duhai pengobat rinduku, mungkin saat kau membaca tulisan ini (kelak, mungkin saat ini kau tak membancanya karena sedang sibuk dengan ibadahmu) engkau akan merasa terharu. Engkau merasa tersentuh. Maka izinkan aku membuat haru jiwamu dengan tingkahku. Tak ada kekotoran dalam kesucian, tak ada kebohongan dalam kejujuran, dan tak ada pengkhianatan dalam kesetiaan.

Ya kasihku, tulang rusukku, bidadari yang telah Allah tetapkan untukku. Aku hanya berdoa semoga saat ini kau baik-baik saja. Saat ini kau sedang sibuk dengan ibadah-ibadahmu. Saat ini kau sedang menyayangi saudara-sadaramu. Aku berdoa semoga engkau senantiasa dalam keadaan baik. Dalam keadaan sehat.  Dan dalam keadaan tersenyum ya kasihku.

Ya kasihku cukup sekian goresan penaku, aku berdoa semoga suatu saat kau menemaniku saat aku goreskan tinta-tintaku lagi. Menggoreskan cerita kepada mereka. Menggoreskan cerita tentang keluarga kita yang sakinah, mawadah, dan warahmah. Menggoreskan cerita agar mereka juga ikut tersenyum bahagia. Ya kasihku, sungguh, aku mencintaimu karena Allah.

Aamiin Ya Rabb.

Jumat, 10 Februari 2012

Calon Imammu

di sudut penantian

24 thoughts on “Surat Cinta Untuk Kekasihku, Calon Makmumku

  1. Keren, kirain penulisnya cewe. Eh ternyata cowo..
    Setiap kata-kata pilihan/diksinya kuat. Entah kenapa pas baca bagian sisi laki-laki aliran darah terasa lebih cepat mengalirnya. Seperti ada desiran halus.🙂
    Keep posting brooo..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s