Urgensi Undang-Undang Kebudayaan

Berbicara tentang kebudayaan Memang tidak akan pernah ada definisi yang seragam tentang kebudayaan. Tetapi, pada hakikatnya bila semua definisi tentang kebudayaan tersebut dipadukan maka tampak akan ada benang merah bahwa kebudayaan memiliki dua aspek, yaitu aspek statis dan dinamis. Aspek statis merujuk pada benda-benda hasil budaya peninggalan masa lalu dan sekarang. Sedangkan contoh aspek dinamis dari kebudayaan merujuk pada nilai-nilai, pandangan hidup, norma-norma, kepercayaan, dan hal-hal lainnya yang bersifat abstrak yang memiliki sifat selalu mengalami proses dekonstruksi dan rekonstruksi oleh masyarakat pemilik kebudayaan itu sendiri.

Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar. Selanjutnya dijelaskan bahwa kebudayaan terdiri atas tujuh unsur yaitu:

  1. sistem religi
  2. sistem dan organisasi kemasyarakatan
  3. sistem pengetahuan
  4. bahasa : lisan dan tulis
  5. keseniaan : seni rupa, seni suara, seni gerak
  6. sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi
  7. sistem teknologi dan peralatan (koentjaraningrat, 1974;12)

 

aspek statis dan dinamis konstelasi Budaya Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Misalnya pada aspek statis, semakin banyaknya kebudayaan Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga kita sendiri yaitu Malasyia. Seperti tari reog ponorogo, dan yang baru akhir-akhir ini terjadi yaitu tari pendet yang diklaim juga oleh Malaysia. Atau benda-benda cagar budaya yang tidak terawat karena tidak ada anggaran untuk menjaga dan memamerkan kebudayaan itu, belum ada undang-undang yang jelas siapa yang bertanggung jawab. pada aspek dinamis, misalnya pada nilai-nilai, pandangan hidup, norma-norma, yang semakin kritis karena faktor globalisai. Rasa gotong royong, tenggang rasa, hormat menghormati, yang menjadi identitas bangsa indonesia bisa dikatakan mengalami degradasi yang cukup signifikan. Berapa banyak orang yang akan saling bercakap-cakap berinteraksi sosial saat menunggu bus datang, misalnya, dibandingkan dengan aktivitas menyibukan jari jemarinya di keypad HP? Mau tidak mau secara realita kita harus mengakui bahwa nilai-nilai budaya yang bersifat dinamis mengalami pergeseran orientasi karena pengaruh teknologi informasi dan globalisasi.

Korelasi antara budaya nasional dan budaya daerah bisa kita temukan di dalam UUD 45 hasil amandemen pasal 32, ayat 1 dan 2.

  1. negara memajukan kebudayaan nasioanal Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasaan masyarakat dalam memelihra dan menhembangkan nilai-nilai budayanya.
  2. negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekuayaan nasional.

Dari amanat UUD 45 sudah sangat jelas bahwa negara mempunyai kewajiban dalam mempertahankan dan memelihara kebudayaan di Indonesia. yang menjadi pertanyaan adalah belum ada peraturan yang secara rinci dan berkekuatan hukum menjelaskan secara runtut siapa yang berkewajiban? Pemerintah atau negara? Langkah apa saja yang harus dilakukan? Dan masih banyak pertanyaan dalam menindaklanjuti secara konkrit implementasi dari UUD ini.

Akan tetapi disisi lain masih ada yang memiliki statement bahwa negara atau pemerintah tidak berwenang menafsirkan kebudayaan rakyatnya. Bila negara mengurus kebudayaan rakyatnya, maka yang akan terjadi adalah menyempitnya ruang kreatif masyarakat, terjadinya penaklukan daya kultural masyarakat oleh penguasa, dan misrepresentasi nilai budaya akibat hasil produksi budaya oleh negara. (forum kajian 164) Pendapat tersebut tidak didasarkan pada realitas sosial budaya bangsa kita yang komprehensif. Kendati memang ada trauma pada politik budaya Orde baru di bawah rezim Soeharto dulu ketika kultur (budaya) dimani-pulasi untuk kepentingan status quo penguasa. Pendapat tersebut justru mirip apologi para teknokrat Orba yang mengabaikan pembangunan kebudayaan, karena menganggap pembangunan kebudayaan akan terjadi dengan sendirinya berkat pembangunan ekonomi sehingga tidak perlu perencanaan khusus untuk mengurus kebudayaan bangsa.

Pembahasaan

Urgensi UU Kebudayaan

Dengan penjelasaan diatas tentang kebudayaan dalam aspek statis dan dinamis. Negara dalam hal ini justru memiliki kewajiban dalam memelihara,mengonsep,mempertahankan budaya indonesia secara komprehensif . oleh karena itu, setelah melakukan analisa yang dalam, UU Kebudayaan Indonesia sangat penting dalam rangka menjabarkan secara rinci implementasi dari undang-undang dasar 1945 pasal 32. sehingga jelas siapa yang bertanggung jawab, batasan-batasan tugas pemerintah dan masyarakat, hak dan kewajiban warga negara dalam budaya, dan aspek-aspek yang lain dalam rangka menjaga khasanah kebudayaan indonesia.

Dalam aspek statis kebudayaan bangsa kita adalah mengenai masih lemahnya pemeliharaan dan pengelolaan benda-benda hasil budaya serta masih rendahnya apresiasi budaya dan kesadaran sejarah bangsa kita. Misalnya, Banyak sekali Ribuan benda dan situs bernilai budaya dan sejarah masih banyak yang terbengkalai dan terancam rusak karena minimnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan anggaran negara untuk memelihara dan mengelolanya. Pertanyaann yang muncul ke permukaan adalah apakah hal itu bisa ditangani secara langsung oleh masyarakat? Apakah konservasi candi Borobudur, candi prambanaan, candi gedung sanga, museum-museum, dan sebagainya bisa berjalan dengan sendirinya tanpa pemerintah? Dalam aspek dinamis kebudayaan, kita melihat, secara internal, betapa pentingnya bangsa kita dalam mengelola ratusan perbedaan budaya bangsa sehingga tidak terjadi konflik antarsuku bangsa, antarpemeluk agama, antarras, dan antargolongan yang mengancam integrasi atau kesatuan bangsa. Secara eksternal, dalam menghadapi globalisasi, ketahanan budaya bangsa kita juga masih sangat rendah karena tidak adanya jati diri yang menjadi kebanggaan dan filter bangsa kita dalam menghadapi serbuan budaya asing yang tidak semuanya baik.

2 thoughts on “Urgensi Undang-Undang Kebudayaan

  1. saya mhsiswi hukum. saya ada rencana mau nulis skripsi tentang perlindungan pidana atas kekayaan budaya Indonesia. bisa kasih saya judul buku yang dapat saya baca , mas ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s